Sama halnya Abe yang paham bahwa godaan akan rasa frustrasinya terhadap gadis ini hampir menyentuh batas gila, ia melakukan hal yang lebih jauh lagi dengan menciumnya. Bianca bergeming. Sebelumnya dan Abe merasa hampa. Namun saat ia merasakan ada lumatan lembut balasan, dirinya hampir lupa kalau sedang memijak tanah. Bianca terasa manis. Gadis itu bagai angan yang tersemat di antara mimpi malamnya. Bukan mimpi e****s yang kerap membayangi kehidupan malam para lelaki. Bianca hadir sebagai angin segar, penyejuk di musim kemarau yang gersang. Abe berusaha menyingkirkan bayangan itu, dan selalu menemukan kegagalan. Lumatannya hampir menyentuh batas gila sebelum Abe merasa gadis itu melepas sentuhannya, mendorong dadanya dengan kedua tangan. Tidak ada kekasaran di sana. Tetapi Bianca seolah

