Abe ada di sini. Di rumah lama ibunya. Satu-satunya peninggalan yang belum terjamah. Yang tidak tersentuh oleh siapa pun. Warisan yang sebisa mungkin Abe pertahankan dari seorang Akram Elina. Rumah mungil ibunya menyimpan banyak kenangan. Abe merasa damai saat berada di tempat ini alih-alih berada di mansion besar dan melihat sang ayah yang keras setiap kali. Tetapi itu rumahnya, rumah utama. Ia memperkerjakan orang untuk merawat peninggalan ibunya sebaik mungkin. Biaya bukan masalah, tentu saja tidak akan pernah menjadi masalah. Selama warisan ibunya yang tertinggal masih terawat baik, Abe kira itu setimpal dengan segalanya. Samar-samar dalam bayangannya, ia masih bisa mendengar suara tawa ibunya. Suara ibunya yang menegur saat dirinya menyentuh barang terlarang. Suara tawa Daffa, suar

