"Ini rumah ibumu?" "Ya. Rumah masa kecil. Ibu mencintai rumah ini sama besarnya dengan kami." Bianca termangu. Mengamati bangunan mungil bernuansa pelitur dan kayu yang pekat. Aroma taman yang basah seperti sehabis disiram membuatnya tercenung. Membayangi bagian dalam yang minimalis dan hunian super nyaman. Sama seperti rumahnya. "Terlihat sama seperti rumahmu, bukan?" Kepalanya beralih, memandang sang dokter dengan senyum tipis. "Ini lebih besar. Rumahku tidak sebesar ini." Abe tidak lagi bersuara. Sang dokter memilih untuk mendorong pagar mungil itu masuk, memberi ruang agar Bianca menyusul. "Kau mau masuk?" "Tentu saja." Mengesampingkan kegugupan yang tiba-tiba melanda. Matanya berpendar, binar matanya yang cemas sekaligus penasaran menyatu. Saat Abe mendorong pintu setelah membu

