Kehilangan janin membuat keceriaan Tari ikut hilang walau dua minggu telah berlalu. Beberapa kali Raja mendapati Tari sedang melamun atau terbangun di tengah malam lalu Tari akan menangis memegang perutnya. Walau Tari selalu tersenyum pada Raja tetapi itu hanya senyuman palsu. “Aa, aku mau peluk” ucap Tari sambil melangkah memasuki ruang kerja Raja. Raja tersenyum lalu menutup layar laptopnya dan merentangkan tangannya. Tari langsung duduk di pangkuan Raja dan memeluk Raja dengan erat. “A, aku masih bisa hamil kan?” tanya Tari lirih. Raja mengusap kepala Tari. “Tentu saja. Setelah kamu datang bulan nanti, kita bisa berusaha lagi” ucap Raja yakin. “Aku cinta Aa” “Aa jauh lebih mencintaimu Batari” Tari terus memeluk Raja seolah takut kehilangan. Sedangkan Raja t

