EMPAT PULUH TIGA

1771 Kata

“Tari?”   Flora yang baru pulang dari rumah sakit di sore hari terkejut melihat kedatangan Tari. Tari yang sedang duduk di sofa ruang tamu langsung memeluk mama mertuanya dengan erat. Flora balas memeluk menantunya.   “Kamu kesini bareng siapa?” tanya Flora yang tak mendapati kehadiran putra bungsunya.   “Tadi bareng Elang, tapi dia udah balik lagi ke Jakarta.” Jawab Tari. Flora mengamati wajah Tari yang tampak pucat bahkan matanya bengkak.   “Ada masalah nak?” tanya Flora lembut. Tari mengangguk, dia lelah jika harus berpura-pura baik-baik saja padahal hatinya hancur.   “Tari capek Ma, Tari gak kuat lagi. Tiap malam, Tari terus bermimpi buruk. Tari gak membunuh kan Ma?” Tari meremas tangan mertuanya, dia terisak. Flora mendekap menantunya dan isakan Tari berubah menjadi tang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN