DUA PULUH SEMBILAN

1380 Kata

Tari mengerucutkan bibirnya saat telponnya tak mendapat jawaban dari sang Ayah. Kesibukan Ayahnya itu semakin meningkat sehingga jarang berada di batalyon, padahal ada hal yang ingin Tari bicarakan. Karier Ayahnya itu memang sangat cemerlang, bahkan sekarang Ayahnya yang menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat itu akan mendapat promosi sebagai kandidat Panglima TNI.                                               "Kenapa Ayah harus jadi tentara sih?" gerutu Tari sambil melempar ponselnya ke atas meja kerjanya. Tari tak sadar bahwa ia sendiri juga terjun ke dunia militer.   Saat ponsel Tari berdering, ia segera meraihnya, berharap itu telpon dari Ayahnya tetapi ia harus menelan kekecewaan saat membaca nama Daffa yang tertera di layar ponselnya.   "Halo. Apaan?" tanya Tari tanpa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN