Calya berkacak pinggang menatap drama antara Ayah dan anak di depannya. Tari itu sebenarnya sama dengannya anti drama, tetapi jika melihat sang Ayah, Tari selalu saja menciptakan drama. Mungkin karena dulu saat hamil, Calya selalu membully Arion dan menyuruhnya ini itu. “Pokoknya gak mau tau, kakak mau sneakers Yah. Ayah gak angkat telpon kakak kemarin, gak telpon balik juga ucapin selamat” ucap Tari. “Kan tadi udah diucapin selamat kak, kemarin Ayah ada pertemuan dengan dua matra lainnya” jawab sang Ayah. Dasar Tari keras kepala, ia tetap menggelengkan kepalanya. “Mau sneakers. Kalau Ayah gak mau kasih yaudah gak apa-apa, kakak mau daftar jadi relawan lagi aja, di Lebanon” ancam Tari. Membuat Arion menghela napas. “Kan udah dibeliin Daffa” jawab sang Ayah sabar.

