ENAM BELAS

1849 Kata

Raja menatap lurus seseorang yang terbaring di ruang karantina dari balik pintu kaca. Tari. Kondisi gadis itu semakin melemah bahkan beberapa kali pingsan   “Samperin sana” ucap seserang sambil merangkul bahu Raja. Pria itu hanya menggelengkan kepalanya, ia belum memiliki keberanian untuk menemui gadis itu padahal sudah 3 hari ia tiba di Kinshasa   “Masa harus gue lagi? Udahlah, sekarang giliran lo” Alfath. Pria yang tadi merangkul Raja masih setia membujuk pria itu agar mau menghampiri Tari.   “Susah bang” jawab Raja pelan. Alfath berdecak, ia sangat bosan terus mendapati Raja yang hanya berdiri didepan ruang tempat Tari dikarantina. Jika melihat Tari meringis sambil memegang kepalanya, pria itu akan berlari panik memanggil Alfath. Dasar aneh.   “gak usah jadi pengecut gitu, l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN