Tari mengerjapkan matanya dan mendapati dirinya sendirian di sebuah ruangan dengan dinding berwarna putih dan tiang infus disampingnya dengan cairan yang menetes sedikit demi sedikit. Tari menolehkan kepalanya ke jendela dan mendapati hari sudah gelap. Saat ia beranjak duduk, tubuhnya terasa segar. Tari memilih memencet tombol didekat ranjangnya dan tak lama kemudian seorang dokter masuk dan tersenyum. "Bagaimana perasaan mu Nona?" tanya dokter laki-laki itu sambil meletakkan stetoskop di d**a Tari. "Hmm mulai membaik dok" jawab Tari. Dokter mengangguk lalu mengucapkan beberapa patah kata lagi kemudian ia pamit keluar. Tari memilih memejamkan matanya kembali tetapi tak lama kemudian ia mendengar langkah kaki seseorang mendekat lalu

