"Tari nikah yuk" Tari mendelik menatap Raja. Beberapa hari ini pria itu selalu mengucapkan kalimat terkutuk yang membuat Tari ingin kembali membanting Raja ke lantai. Apalagi Raja selalu menyodorkan kotak beludru merah padanya. "Lo budek ya? Gue gak mau. Udah sana minggir gue mau visit pasien" ucap Tari ketus lalu ia mendorong pundak Raja sekuat tenaga. Dengan sigap Raja menahan pergelangan tangan Tari. "Besok kita ambil vaksin di markas PBB, kapten Alfath sedang cuti" ucap Raja. Tari menepis tangan Raja lalu menatap pria itu tajam. "Tapi gak usah modus pegang tangan gue juga!" jawab Tari sambil berlalu dari hadapan Raja. "Saya akan terus mengejar kamu sampai kamu bilang iya!" seru Raja sebelum Tari menghilang di kooridor Rumah Sakit. Tari yang mendengar itu me

