Julian duduk lebih dekat pada Ara. Dentuman musik yang keras membuat suara mereka teredam. Ini pertama kalinya mereka bicara serius setelah berpisah. Namun, Julian menyayangkan mereka berada di tempat yang tidak tepat. "Saya--" Belum sempat Julian menyelesaikan ucapannya, Mawar dan satu rekannya sudah menarik tangan mereka untuk bergabung. Mau tidak mau Ara dan Juliab ikut bernyanyi yang berakhir gelak tawa saat mendengar suara Julian yang datar tak bernada. Pukul sebelas malam mereka akhirnya membubarkn diri. Mereka semua berpisah begitu juga dengan Ara yang memilih pulang menaiki motornya. Gadis itu masih sadar penuh, tidak seperti Mawar dan rekannya yang setengah mabuk. Julian pun masih menjaga diri dari minuman beralkohol. Ara melambaikan tangannya pada Mawar ketika taksi yang dit

