Diana mengendus-endus badan Ara sembari memutarinya. Ia semakin curiga setelah tak mencium wangi parfume yang ia rasakan saat masuk apartemen pada tubuh sang anak. Dugaan ada orang lain di apartemen semakin kuat. "Wangi parfume siapa ini? Kamu jangan bohongi ibu, ya, Ara. Gini-gini ibu pernah muda," kata Diana membuat Ara ketakutan. Ia akui wangi parfum Julian memang beda. Dari jarak jauh pun bisa dideteksi, tapi wanginya lembut tidak membuat hidung sakit. Ara berusah tenang meski kedua tangannya mengepal erat untuk meredam kegugupan. "Be-benar Bu, Ara gak bohong. Mungkin wangi parfume barunya Tina. Dia emang suka gonta-ganti parfume," sahut Ara mencoba meyakinkan ibunya. "Ibu gak percaya sebelum memeriksa semuanya! Kamu jangan pernah bohong sama ibu, dulu ibu punya gebetan banyak jadi

