Julian menatap Tina seperti orang yang ketakutan. Sahabat dari mantan kekasihnya itu tersenyum, tapi Julian merasa ada yang janggal. Tina merapatkan pungungnya ke tembok lalu berjalan sembari tetap melihat Julian. Senyumnya seperti dipaksakan. Julian tidak membalas senyum itu, ia justru menatap Tina tajam. "Pagi Pak Julian," sapa Tina membuat satu alis Julian terangkat. Sifat buruknya muncul lagi. Julian sangat benci dengan orang yang berpura-pura. "Hm...." Julian berlalu membuat Tina berlari ke kamarnya. Julian menoleh ke belakang di mana tubuh wanita itu menghilang dari balik pintu. Tina sepertinya kaget melihat keberadaan Julian pagi-pagi di apartemen. Tidak ingin ambil pusing, Julian pun bergegas pergi. *** "Ara!" Teriakan Tina membuat Ara yang sejak tadi menatap cemin menoleh.

