"Jadi Nara menolak permintaan maafmu?" selidik Dimas seraya menoleh ke arah Kaizar yang kini sudah duduk lemas di jok mobil. Tatapan pria itu tampak nanar, dan sesekali terlontar embusan napas berat, tanpa jawaban pasti Dimas bisa tahu semuanya dari raut wajah bosnya. "Perlu aku dan Sean yang menjelaskan?" tanya Dimas. "Enggak, ini urusanku dengannya. Jika kamu menjelaskan pun, dia akan berpikir kamu membelaku, dan tidak mengerti posisinya," tolak Kaizar, lalu memalingkan wajah ke arah jendela, menatap sendu jalanan kota yang dihiasi lampu-lampu. "Tapi, bukankah Anda tersiksa jika seperti ini terus?" sergah Dimas, wajahnya menyiratkan kekhawatiran pada pria yang duduk lesu di sampingnya itu. Kaizar pun terdiam, dia tak menyahuti apa yang Dimas katakan. * Di sisi lain, Winda dan Dian

