Kirana terus menyunggingkan senyumnya, dia merasa ouas dengan rencananya untuk membuat Kaizar teepuruk. Dia dikenal cukup loyal, sudah jelas akan mengoebankan apa pun demi Erlangga Company. Keesokan paginya, wanita itu berdandan rapi ditemani oleh seorang sekretaris dan pergi ke kantor Kaizar. Dia melihat suasana di sana benar-benar sedang tidak kondusif, seperti maunya. Kirana menyeringai puas untuk kesekian kalinya. Dengan anggun, dia turun dari mobil dan sengaja menerobos para jurnalis yang sedang menunggu untuk mewawancarai Kaizar. Nahas, pria itu tak kunjung muncul. "Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Kirana, seolah kaget dan kesal pada tindakan mereka, padahal itu semua sudah tertulis dalam skenarionya. Setelah mendapatkan perhatian dari para wartawan tersebut, Kirana langsu

