Setelah dua minggu berlalu, Hari pernikahan semakin mendekat, Lea dan Kaffa semakin sibuk dengan urusan pernikahan mereka. "Le, kamu tuh enggak perlu kerja lagi." Pinta Kaffa yang melihat Lea lembur mempersiapkan ulang tahun kantor Kaffa. "Ntar aku dimarahi Alzio, karena enggak bisa jaga calon istriku." "Pak Kaffa, Saya harus mempersiapkan semua dengan baik." Suara Lea terdengar manja pada Kaffa. "Aku enggak mau kamu sakit." "Enggak akan.. lagian seminggu lagi aku udah cuti. Ini hanya persiapan kecil." "Dasar kepala batu." Umpat Kaffa yang rasanya menyerah dengan usahanya. Lea hanya tersenyum dengan penuturan Kaffa. Ia terus menghadap laptop menyusun rangkaian acara. Kaffa duduk di meja siska untuk menemani Lea bekerja. "Kaf, kamu pulang aja." Lea menyesap kopi yang baru saja di bua

