Sebulan berlalu setelah peristiwa Lea dan Dio pergi dari rumah. Dio semakin terbiasa dengan pekerjaannya yang sekarang. Sementara Lea hubungannya dan Kaffa semakin dekat. Ia sudah terbiasa dengan sikap Kaffa mau pun sebaliknya. Alzio pada hari itu ada pertemuan penting dengan kliennya di restoran tempat Dio bekerja. "Selamat siang, Pak Alzio." Ucap Klien yang sudah sedari tadi menunggunya. "Maaf, Saya terlambat. Tadi terkena macet." Ujar Alzio. "Tidak masalah." Alzio memulai metting dengan ketegasannha dirinya. Mendadak suara ricuhan menganggu konsentrasi Alzio dan kliennya tersebut. "Bukan kah itu wakil direktur perusahaan Zalfahri." Seru Klien itu. "Itu Aldio adik anda." Alzio menoleh kearah Klien tersebut. Ia melihat Aldio yang tengah dimarahi salah satu pelanggan restoran itu. A

