Lea sudah dipindahkan ruang rawat, dengan tangannya terinfus. Lea sangat lelah, ia berbaring. Namun dirinya ingin sekali bertemu dengan putri kecilnya. "Mana anakku." Tanya Lea pada Alzio maupun Dio. "Lagi dibersihin, Le." Jawab Dio, berdiri disamping Lea. "Aku mau ketemu anak Aku." Ujar Lea masih berbaring lemas. "Ya.. udah. Kamu tunggu sini. Aku adzan anak kami dulu" Lea merasa sedih, bukan kah Kaffa yang seharusnya melakukannya. Kenapa harus Alzio lagi. Saat putra lahir beberapa tahun yang Lalu, Zio juga yang adzankannya. Dan sekarang putrinya juga Alzio. Perasaan Lea jadi sedih, bersamaan air mata menetes. Rasa kecewa bercampur dengan kebahagiaannya. "Le, jangan nangis. Aku ngerti saat ini kamu kecewa dengan keadaan." Lirih Della mengelus rambut Lea. "Kapan Kaffa kembali, Kak

