Wanita Itu sungguh memikirkan jika Nina adalah pacar kaffa. Padahal Lea tak tahu jika Nina hanya sahabat Kaffa. "Terima kasih." Jawab Nina dengan suara lembutnya. Nina pun masuk kedalam ruangan Kaffa, Lea hanya melihat sekilas wanita cantik itu dengan wajah sedihnya. "Kaffa." Sorak riang Nina yang tampak bahagia. "Tumben kesini. Ada apa." Terdengar suara pilu Kaffa. "Kenapa dengan kamu." Tanya Nina mendarat bokongnya di kursi dihadapan Kaffa. "Lea lagi." Tebak Nina. Kaffa mengusap pelan wajahnya yang tampak kusut. "Yes you're right." Jawab Kaffa dengan lirih. "Kaf, jangan menyerah. Lea mungkin hanya butuh waktu." Nina melekat pada Kaffa mengelus pelan bagian pundak Kaffa. Kaffa pun hanya mengangguk tanpa berucap apapun. Pria itu melayangkan pikirannya yang entah kemana. Berbeda

