CHAPTER 11

1112 Kata

Kaffa memeluk Lea, tak perduli Lea berusaha memberontak. Memukul pundaknya terus menerus. "LEPASKAN. LEPASKAN AKU, KAF." Lea memukul kuat pundak Kaffa. "Enggak, Le. Aku merindukan pelukan ini." Kaffa merendahkan notasi suaranya. "Cukup, kaf. Kamu enggak berhak atas Aku. Hiks." Ucap Lea masih menangis tiada henti. Kaffa terkesiap dan melepaskan tubuh Lea. "Lantas pria tadi lebih berhak atas kamu. Siapa dia. Pacar kamu." Tanya Kaffa dengan tatapan tajam. Lea sudah lelah, ia ingin pergi dari hadapan Kaffa. "IYA..IYA.. DIA LEBIH BERHAK DARI KAMU. KARENA DIA ADA SAAT AKU BUTUH SEDANGKAN KAMU PERGI DISAAT AKU BUTUH KAMU." Tangisan Lea pecah tak menentu. "LEA, AKU BERHAK. AK---" "AKU APA, KAF. KAMU BUKAN SIAPA PUN. HANYA TEMAN, KITA TIDAK PERNAH SEBATAS ITU TEMAN, KAF. YANG SERING KAMU SEB

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN