CHAPTER 19

1103 Kata

Setibanya dirumah, Kaffa langsung memasuki kamarnya. Ia menghempaskan tubuhnya diranjang. Ia menutup matanya, menahan rasa sakit dihatinya. Kaffa tak menyangka, Lea bisa menahan rasa sakitnya sendiri. Ia termangu dalam kepedihan hatinya. "Kenapa kamu enggak pernah mengatakan apa pun. Kenapa kamu sembunyikan anak Kita dari aku." Kaffa bicara sendiri tanpa sadar ada tetesan air dimatanya. Tok.. Tok.. Tok.. Suara ketukan pintu dari luar Kaffa. Ia tak perduli dengan suara itu. CEKLEK. "Aku masuk ya, kaf." Ucap Nina yang masih berada diambang pintu. "Hmmm." Kaffa hanya berdehem pelan. "Kaf, sebenarnya aku udah tahu kalau Lea punya anak." Ucap nina dengan lembut seraya ia duduk disudut tepi ranjang Kaffa. Kaffa terperanjat, ia terduduk menatap Nina tak percaya. Kenapa sebagai sahabat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN