"Mbak! Cherry ada?" sapa Barry di luar gerbang. Kemarin, Barry urung untuk datang ke tempat Cherry karena cemas sang ibu akan makinnl meradang. Keesokan paginya dia datang sebelum ke kampus. Sudah beberapa hari ini, motor gede berwarna merah itu hanya membeku di parkiran rumah Cherry. Si mbak yang sedang memegang selang kaget dan sontak menyemprotkan air ke arah datangnya Barry. "Aduh, Mbak! Buset! Baru aja nyampe udah diajak basah-basahan!" Wajah Barry terkena semprotan air dari selang. "Maaf, Den! Habis Aden ngagetin aja! Mbak pikir siapa!" "Masa masih belum kenal juga mbak sama suara ganteng Barry?" "Habis aneh nyariin Cherry, bukan Tante Cherry!" Si mbak membuka gerbang, Barry ikut mendorongnya dari sisi luar. "Iya nih, mau berhenti manggil Tante. Mau cari panggilan sayang yang

