Fourty Eight

1200 Kata

"Mereka mau aku tanggung jawab. Tapi aku sampai kapanpun enggak akan pernah mengakui hal yang bahkan sama sekali enggak aku lakukan." Barry terhenyak, menatap gelombang halus air di permukaan kolam. "Terus sekarang, rencana kamu apa?" "Aku mau buktiin ke orang tua aku dan orang tua Giana. Kalau Giana itu bohong. Kalaupun memang dia mendapatkan pelecehan, itu pasti Vano pelakunya. Makanya aku pengen banget nyelidikin Vano." "Oh, jadi itu sebabnya waktu itu kamu ke apartemen dia sampai ribut-ribut dan diusir satpam?" Barry tersenyum kecut. Mengangguk. "Kenapa enggak bilang sejak awal sih? Kan aku bisa bantuin kamu!" "Aku malu untuk jujur. Juga, takut kamu pergi."Wajah Barry mengundang rasa iba. Cherry terkekeh pelan. "Kok malah ketawa?" Barry manyun. "Bukan gitu, awalnya aku pikir k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN