"Kasih aku waktu buat mikirin ini." Barry menyeka wajahnya dengan jemari. Cherry mengangguk, mengusap pundak Barry menyalurkan asa bahwa dia ikut merasakan segalanya. "Kita ke apartemen Vano sekarang?" "Tante enggak sibuk? Eh, maksudnya kamu enggak sibuk, Cher?" "Bar, kamu ini gimana sih! Bikin aku pengen ketawa terus." "Ya maklum belum terbiasa, Sayang. Hehehe." "Jangan ketawa! Jelek tahu!" "Biarin jelek! Yang penting udah tobat! "Ish!" "Iya kan?" "Iya deh!" "Tapi, kalau dipikir lagi. Kalau aku enggak pernah nakal gitu, aku mungkin enggak akan pernah ketemu kamu. Iya kan?" "Ehm.." Cherry berpikir sejenak kemudian menggeleng. "Enggak juga." "Enggak juga gimana? Kan jalannya aku ketemu kamu melalui semua masalah ini!" "Kalau memang kita ditakdirkan untuk ketemu. Kita akan tet

