Fifty

1954 Kata

Cherry menyeret Barry keluar dari apartemen itu. Vano terkekeh di dalam sana, merasa menang karena Barry tak bisa berbuat apapun. Di luar, Cherry dan Barry berpapasan dengan gadis kurus tadi. Rupanya sejak tadi dia berdiri di balik pintu kamar untuk mendengarkan semua percakapan di dalamnya. Kemudian saat ada tanda bahwa Barry dan Cherry akan segera keluar, dia bergegas berlari ke pintu depan. Dia menghadapi Barry dengan wajah tertunduk ke bawah sementara rambut panjangnya yang pirang menjuntai menutupi hampir seluruh wajahnya. Barry terkesiap, dia pikir gadis itu adalah hantu. Dia mengelus dadanya saat sadar bahwa dia adalah gadis yang tadi membukakan pintu untuknya dan Cherry. "Ya ampun! Kaget aku!" Barry menghembuskan nafas lega. "Kamu, yang tadi kan?" sapa Cherry. Gadis itu menga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN