Giana tak mau melepaskan lengan Barry yang duduk di sisinya. Baginya, Barry seperti membawa rasa nyaman dan aman. Yang tak dia temukan di tempat lain. Barry yang tadi sudah hendak pergi, tak sampai hati meninggalkan Giana begitu saja, gadis itu terus saja meraung-raung meminta Barry agar tetap tinggal di sisinya. Giana gemetar, nampak jelas trauma dalam di wajahnya. Mamanya beberapa kali berkata bahwa Giana sering berteriak-teriak saat malam datang. Barry jadi iba pada mantan kekasihnya itu. Dulu, Giana tak seperti ini. Vano benar-benar membawa malapetaka untuk Giana. Memang benar ini adalah buah dari perilaku buruk Giana. Tapi, tetap saja saat sudah terjadi seperti ini, Barry tak bisa mengabaikannya. Bagaimanapun, mereka pernah dekat. Dan Barry, pernah mencintai gadis ini dengan sepe

