Cherry panas tinggi, badannya terasa nyeri. Dia berkali-kali menyebut nama Barry di malam itu. Si Mbak bingung, sejak tadi dia mengajak Cherry ke rumah sakit tapi gadis itu menolak. "Mbak akan coba telepon Mas Barry. Tapi, sambil nunggu dia jawab panggilan dari mbak. Non ke rumah sakit dulu. Mbak takut, Non." "Aku enggak apa-apa, Mbak. Lagipula, tanpa Barry aku rapuh Mbak. Bahkan sejujurnya aku udah mutusin pergi ke luar negeri untuk jalani pengobatan. Tapi, kalau semuanya seperti ini.. Untuk apa aku sembuh?" "Non, kok ngomongnya begitu? Ini kan hidup Non, jiwa dan raga Non yang diberikan oleh Yang Kuasa. Kenapa Non harus menyandarkan diri pada manusia. Non, dengerin mbak ya. Kalau Non sudah diberikan segalanya oleh Allah kemudian Non menyia-nyiakan, terus membiarkan diri Non sakit. Itu

