Barry memegang pundak Shaka dan turun dari motor. "Gue nunggu?" "Cabut aja!" "Terus elu?" Tanya Shaka lagi. Barry tak menjawab karena dia sudah masuk ke dalam area rumah melalui gerbang yang terbuka sedikit. "Dasar anak set4n! Bilang makasih kek! Apa kek!" Shaka menstater motornya dan pergi dengan sebal. Barry melewati pak satpam yang tengah ngopi. Dia baru kembali dari rumah dan membawa nasi uduk buatan sang istri. "Eh mas Barry! Cari Non Cherry ya?" Sapanya ramah, seperti biasa. Tapi Barry sedang tak ramah, juga sedang tak seperti biasanya. Demi apapun daddanya hampir meledak karena meradang. Dia tak menggubris sapaan santun itu dan bergegas masuk ke dalam seperti tuan rumah ini. Cherry sedang bersiap untuk pergi ke kampus. Ada kuliah pagi hari ini. Dia bersiap mengajar, masi

