Sixty Eight

1567 Kata

Ibu Barry termenung di bawah pohon rindang depan rumah. Bale kayu itu agak lembab terkena gerimis semalam tadi. Wanita itu baru kembali dari warung sayur. Warung sayur si Mpok, tempat dia dan Ibu Dini bertengkar kemarin. Sebuah kantong plastik berisi sayur mayur dan setengah ekor ayam teronggok di sampingnya. Dia hanya membeli apa yang dia lihat di depan mata. Tanpa banyak memilih karena ingin segera pergi dari sana. Para ibu di sana menanyakan Cherry dan segala hal tentangnya. Tentang apakah dia anak konglomerat atau apakah dia seorang selebritas karena visualnya yang mumpuni dan memukau siapa saja Celoteh para ibu tadi terus terngiang di kepala Ibu Barry. "Itu beneran pacar si Barry? Buset! Cakep!" Celetuk salah satu ibu yang kemarin turut bertemu Cherry di warung sayur si Mpok ini.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN