25

1737 Kata

Karen bersandar pada dinding balkon yang sepi karena malam semakin larut dan dia tidak kunjung bisa memejamkan matanya barang sejenak. Matanya menatap lurus pada langit cerah setelah hujan deras mengguyur seisi istana hari ini. Dingin memang menyelimutinya, tapi pemanas yang dinyalakan di dalam kamar berhasil mengatasi rasa dingin itu walau balkon terbuka lebar. Matanya menatap bulan yang bersinar terang. Karen mendesah panjang. Matanya menerawang menatap langit yang bertaburan bintang di malam hari. Bisakah dia melihat pemandangan ini di kemudian hari? Bisakah dia? Terkadang pertanyaan tetap menjadi pertanyaan. Ada beberapa pertanyaan yang tidak akan mendapatkan jawabannya sebelum kejadian. Dan ada pertanyaan yang mendapat jawaban setelah kejadian. Karen tidak tahu kapankah dia mendapat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN