26

1234 Kata

Ayyara menatap langit di atas taman istana yang gelap itu dengan perasaan takut dan gelisah. Dia memandang bulan yang berubah warna merah darah di atas sana, membuat bulunya meremang sebelum kembali seperti semula. Ayyara menghela napasnya. Istana tampak sepi dan menyeramkan ketika Ezra pergi seorang diri dan Saveri pergi ke perbatasan untuk memukul mundur pasukan lawan sebelum dia kembali ke istana untuk menjaga Ayyara. Waktu terasa cepat berputar ketika Ayyara menuruni tangga dan menghela napasnya, terlebih lukisan keluarga yang terpasang di dinding ruangan membuat hatinya seketika tercubit. Ayyara menggeleng pelan. Mungkin berada di rumah adalah hal yang paling aman dan menyenangkan. Tetapi mengapa Ayyara tetap merasa gelisah? "Ezra!" Ayyara mengerjapkan matanya dan berlari cepat ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN