23

1539 Kata

Ayyara tidak bisa tidur nyenyak setelah jabatan tangan tanda Ezra bergabung bersama Kenzo dan klan Parviz menyerang Uciha Azada nyatanya bukan ide yang bagus menurutnya. Ezra bisa saja melakukan diplomasi atau kunjungan lainnya untuk membawa Karen kembali tanpa harus ada kekerasan yang bisa menimbulkan korban tak terduga. Helaan napas panjang Ayyara terdengar lelah. Kepalanya berdenyut nyeri tak kunjung reda. Percuma tabib memberikannya ramuan untuk membuat rasa sakit di kepalanya hilang. Nyatanya, rasa sakit itu masih ada dan mungkin mengakar sampai ke dadanya. Ayyara tahu penyebabnya dan dia merasa bodoh karena tidak bisa lakukan apa pun. "Aku seperti anak kecil manja yang tidak bisa lakukan apa-apa untuk saudara perempuannya," Ayyara berdiri dari ranjang besarnya. Keluar kamarnya dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN