Mengingat kembali di malam waktu itu, di mana Bara mabuk berat karena mengetahui kenyataan pahit yang Danang ungkapkan padanya. Jessica... Wanita yang sedari dulu mengagumi Bara, hanya saja lelaki itu tak pernah menanggapinya. Bahkan rasa jijik merayap di seluruh otaknya bila melihat wanita itu bersikap manis padanya. Bara tak sadarkan diri di club malam itu, dan kebetulan Jessica mengenalnya saat lelaki itu duduk meracau dengan botol yang berserakan di lantai. Ia hanya memastikan apakah penglihatannya tidak salah. Bermodal ponsel serta nomor telepon lama Bara, ia mencoba sebuah peruntungan. Tut... Tut.... Matanya berbinar, ia melihat pergerakan Bara yang sedang meraih ponsel di dalam saku jaketnya. Jessica berdeham, ia mendadak gugup melihat mata Bara menyipit menatap layar ponsel

