Feeling Fikri

1320 Kata

Hari yang melelahkan untuk Dara, dengan gontai langkahnya menyeberangi jalan raya dan mampir sejenak ke angringan pak Tomo. "Pakdhe..." sapanya pada lelaki paruh baya itu. "Wah, kok kadingaren wes bali yahmene nduk?" "Iya pakdhe... Apa titipan ibu sudah habis?" "Iyo, bentar tak jupuk sik uangnya." Dara mengangguk, ia lantas duduk di salah satu bangku kosong dan mencomot satu gorengan yang masih panas dan mengepul. "Ini nduk..." Dara mengangguk dan menerima beberapa lembar uang itu menggunakan kedua tangannya begitu santun. "Makasih pakdhe, ini bayar gorengan satu." "Alah ra usah, siji ae kok. Ndang bali anakmu mau rewel." "Huh, Skylar kenapa pakdhe?" tanyanya panik. "Nggak tau, wong tadi bu Lastri gendong anakmu lari ke sini, katanya anakmu panas. Untung saja ada mas-mas yang tad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN