Prank.

1353 Kata

Bara muak dengan cara Fikri menatapnya, ia seolah menjadi tersangka utama pembunuhan berencana dan siap di hukum mati. Kenapa begitu? Karena setiap pergerakannya menjadi pusat perhatian Fikri bahkan sekarang dirinya yang sedang memperkenalkan diri secara resmi sebagai Direktur Utama di perusahaan PA Group dan memimpin kembali rapat yang sempat membuatnya tak bisa hadir. Fikri, sahabatnya itu masih saja setia menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan. "Lo kenapa sih, risih gue sama tatapan lo." gerutu Bara yang sudah duduk di kursi kebesarannya. "Pidato yang bagus sir." ujar Fikri formal. "Ekhem... Saya harus se'profesional mungkin, agar perusahaan berkembang pesat." meskipun terasa geli dan kaku harus bersikap formal begini di depan Fikri, tapi Bara lihai menutupi rasa canggungn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN