Riana mengerutkan alis menatap Bara menggandeng jemari Dara melangkah menuruni tangga. Ibu lima anak itu bangkit dari pangkuan suaminya lantas berjalan mendekati Bara. "Sayang..." Riana memeluk pinggang Bara dan bersandar di dadanya, belum ada beberapa detik dia memeluk putranya tapi Bimo mendeham sambil melirik sinis ke Bara. "Jangan lama-lama menyentuh istriku." ujarnya ketus, tapi saat dirinya menatap istrinya wajahnya tersenyum manis sambil menepuk pahanya. "Yank sini." Riana mendelik kesal, tapi ia tetap menuruti dan duduk kembali di pangkuan Bimo. Bara menarik Dara agar ikut duduk di atas sofa. Awalnya Dara ragu, apalagi saat matanya bersibobrok dengan Riana yang menatapnya penuh tanya. Tapi Bara menariknya agak kencang hingga mau tak mau dirinya pun duduk di sampingnya. "Kena

