Bara sangat bahagia malam ini, pertemuannya dengan Dara tidaklah se'menyeramkan seperti yang ia kira. Dirinya selalu berfikir istrinya akan menangis atau mencaci maki atau bicara hal lain yang membuatnya sakit hati hingga mungkin mereka tidak akan bersatu lagi. Tapi ternyata Bara salah, bahkan tadi istrinya tak canggung merengek dengan nada manjanya di hadapannya meskipun mereka sudah bertahun-tahun tak bertemu. Andai saja di rumah tadi tidak ada Skylar dan bu Lastri yang begitu nakal mengintip percakapan Bara bersama Dara di balik tembok, Bara mungkin sudah meraup habis bibir Dara yang begitu menggoda untuknya. Atau bahkan sudah menariknya masuk ke dalam kamar hingga mereka bisa bercinta sampai pagi menjelang. "Haish..." Bara mengerang tersiksa sedari tadi. Otaknya selalu terngiang

