" Kita dapat boneka giginya ... " ucap Camelia sambil memeluk Arya secara tak sadar. Yang berhasil membuat Arya menegang tak percaya.
Deg ...
Deg ...
Jantung Arya berdebar kencang menerima aksi yang di lakukan Camelia. Ia agak takut Camelia bisa mendengar suara jantungnya yang berdebar kencang.
" Ternyata pak Arya hebat, pada hal saya gak yakin gambar yang pak Arya warnai bisa menang tapi Doraemon kuning bapak menang " ucap Camelia tanpa melepaskan pelukkannya pada tubuh Arya.
Arya yang sudah bisa menormalkan debar jantungnya mencoba bersikap biasa saja, walaupun Camelia belum melepaskan pelukan pada dirinya. Ia berdehem untuk mencoba mengeluarkan suaranya.
Ehem ...
" Tentu saja saya akan menang kamu meragukan kemampuan saya ? " Arya menjawab setelah berhasil mengumpulkan suaranya kembali.
" Iya lumayan lah ... " Camelia mendengus setelah mendengar ucapan Arya. Arya yang merasa Camelia tak juga melepaskan pelukkannya mempunyai ide untuk menggoda Camelia. Ia merasa tak adil masa hanya dirinya yang di buat deg - deg an sedangkan si pelaku biasa saja, ia tersenyum dengan apa yang ada di pikirannya.
Arya mulai meletakan kedua tangannya di punggung Camelia, tidak terlalu erat tapi ia bisa merasakan tangannya menyentuh punggung Camelia.
" Ngomong - ngomong sampai kapan kita akan berpelukan seperti ini ? kamu sekarang mulai berani memeluk saya di depan umum begini ? " ucap Arya berbisik di telinga Camelia sengaja ingin melihat bagaimana reaksi gadis judes di depannya itu.
Camelia yang mendengar itu seketika tersadar dengan apa yang sedang ia lakukan, ia mengedarkan pandangannya ke kiri dan kanan lalu menatap ke depannya dimana ia saat ini memang sedang memeluk tubuh atasannya itu.
Camelia memelototkan matanya, belum selesai dengan rasa terkejutnya, Camelia kembali mendengar Arya berbisik.
" Kalau kamu gak mau lepas in gak masalah, saya juga nyaman dan senang hati tak akan saya lepaskan ... " setelah mengucapkan itu Arya mengetatkan pelukkannya di pinggang Camelia, seakan memang tidak akan ia lepaskan
Camelia yang mendengar itu menggeleng panik dan berusaha untuk melepaskan tangan Arya yang masih memeluk pinggangnya.
Camelia bertambah malu dengan apa yang sedang mereka lakukan,
" Pak Arya lepas in pak, gak enak di lihat orang - orang pak ? " Camelia masih berusaha melepaskan pelukan yang Arya lakukan.
" Kenapa harus saya lepaskan, kan tadi kamu yang mulai, saya hanya melanjutkan saja " ucap Arya tanpa beban, wajah Camelia seketika berubah merah entah karena marah atau malu yang pasti saat ini ia ingin segera bebas dari situasi yang menurutnya sangat - sangat memalukan.
Camelia yang dari tadi berusaha untuk bisa bebas dari pelukan Arya, namun tak kunjung lepas mendapatkan ide yang menurutnya bagus. Ia tersenyum manis kearah Arya, hingga tak lama Arya mengaduh sambil melepaskan dekapnya pada Camelia.
" Aww aduh.. " teriak Arya sambil melepaskan tangannya dari pinggang Camelia dan beralih memegang kakinya yang tadi di injak Camelia, ia melotot tajam kearah Camelia.
Camelia yang merasa pelukan Arya terlepas segera menjauhkan dirinya dan dengan cepat langsung menarik tangan Arya secara paksa, tanpa memperdulikan laki - laki itu mengaduh menahan sakit di kakinya yang bekas ia injak.
" Pelan - pelan cabe ... aduh kaki saya sakit ini ! " Arya yang berjalan terseok - seok sudah tak sanggup lagi setelah berjalan lumayan jauh dari tempat tadi, dan langsung menarik paksa tangannya yang sedang di pegang Camelia.
Bukannya lepas justru sebaliknya Camelia tertarik oleh tangan Arya yang di tarik paksa pemilik nya .
Bugh ...
Camelia terhuyung ke belakang dan menabrak d**a bidang Arya. Keduanya langsung diam tak bergerak atau pun bersuara, keduanya seolah sedang merasakan detak jantung masing - masing.
Deg ... deg ...
" Ciee.... Ciee ... Kalau mau pelukan jangan di tempat umum mas mbak ... " ucap salah satu pemuda yanga sedang nongkrong bersama teman - temannya.
Arya da Camelia yang mendengarnya pun langsung melepaskan pelukan keduanya, keduanya langsung salah tingkah malu tertangkap sedang berpelukan.
" Ya ampun jantung gue jadi dangdutan nih ... " ucap Arya dalam hati dengan tangan mengusap - usap d**anya, mencoba meredakan detak jantungnya.
" Bodoh lo Lia bukannya di lepas,malah ke enakan lo di d**a pak Jerapah ... " Camelia sambil memukul pelan kepalanya.
Ehem....
Arya berdehem untuk menghilangkan ke canggungan yang terjadi di antara mereka.
" Ayo pulang sudah mulai malam ... " Arya menarik tangan Camelia bermaksud mengajaknya pulang. Camelia yang merasa tangannya di tarik oleh Arya hanya pasrah tak protes pada Arya.
Arya yang merasa Camelia tak menolak atau berusaha melepaskan tangannya berubah yang awalnya hanya di tarik jadi menggenggam telapak tangan Camelia.
Sepanjang jalan mereka hanya diam tidak ada yang berniat untuk mengeluarkan suara, entah apa yang mereka rasakan yang pasti mereka hanya berusaha menikmati saja.
" Ayo kita kesana. ? " Arya berucap sambil tetap menggenggam tangan Camelia. Camelia yang mendengar suara Arya hanya mengikuti sambil menebak - nebak apa yang akan di lakukan bosnya itu.
" Pak saya mau itu satu yang besar ? " Arya berucap sambil memberikan uang pecahan lima puluhan kepada sang penjual, setelah melepaskan genggamannya pada tangan Camelia.
Camelia yang melihat tangannya di lepaskan oleh Arya, entah mengapa merasa kecewa, berharap tangan itu kembali menggenggamnya .
" Nih buat kamu ... " ucap Arya sambil menyerahkan satu bungkus permen kapas pada Camelia. Camelia yang melihatnya mengembangkan senyum manisnya pada Arya.
" Terima kasih ... " ucapnya sambil menerima permen kapas yang di berikan Arya.
" Mas ini kembaliannya ... " ucap si penjual, yang di balas dengan gelengan kepala Arya.
" Ambil saja pak dikembalikannya " ucap Arya sopan menolak kembalian dari si penjual.
" Ayo ... " ucap Arya yang sekarang tak ragu langsung menggenggam tangan Camelia. Sedangkan Camelia merasakan wajahnya memanas, bisa di pastikan wajahnya pasti sudah merah. Untung saja Arya tak bisa melihatnya karena lampu - lampu yang tak terlalu terang.
###
Siska masuk kedalam rumah dalam keadaan marah, ia kesal karena rencana yang ia susun gagal malah sekarang hubungan ia dan Rama benar - benar berakhir.
Hana yang baru saja dari dapur mengambil air untuk dirinya dan Beni kalau - kalau malam haus, menghentikan langkahnya ketika mendengar suara pintu yang di tutup cukup keras.
Ia penasaran apakah Camelia yang menutup pintu dengan kasar karena tadi ia mendapatkan kabar bahwa putri bungsunya itu akan pulang terlambat, tapi bukannya si bungsu yang muncul akan tetapi si sulung yang berjalan cepat.
Merasa penasaran akhirnya ia mencoba memanggil putri sulungnya itu,
" Kamu baru pulang kak ? " tanya siska yang mengagetkan Siska, karena berpikir orang tuanya pasti sudah tidur.
" Eh bunda ... Iya bun Kak baru saja pulang, " ucap Siska yang masih kaget melihat kehadiran sang bunda. Memang hubungan Siska dan kedua orang tuanya semenjak kejadian itu agak renggang, mereka jadi kurang berbicara, jadi agak canggung kalau bertemu.
" Sana tidur, sudah malam ... " Hana berkata sambil berjalan menuju kamarnya berada, sedangkan Siska merasa agak tenang karena bundanya sudah mulai mau bicara lagi padanya.
Siska menghempaskan tubuhnya ke atas kasur, setelah sampai kedalam kamarnya. Ia merasa lelah baik badan maupun hatinya.
" Aku gak mau kehilangan kamu Rama, kenapa kamu masih tetap akan kembali pada Camelia. padahal ada aku yang jelas - jelas mencintai kamu ... " gumam Siska pilu tanpa sadar tetesan bening mengalir turun di pipinya.
by Cha88 .
Terima kasih sudah bersedia mampir jangan lupa tekan ♥️ ya makasih.