episode 27.

1344 Kata
" Rama... Rama ... " teriak Siska frustasi yang melihat Rama lari buru - buru memasuki kamar mandi, kenapa Rama bisa menahan apa yang sudah Siska pancing, ia menjadi sangat kesal. " S****n ... " maki Siska dengan wajah marahnya, ia melihat keadaan dirinya yang hampir telanjang. Bagian atas bajunya sudah hampir terbuka bahkan Rama pun sudah meninggalkan beberapa jejaknya di leher dan dadanya, tapi kenapa Rama bisa meninggalkan ya, dalam kondisi seperti ini. Dengan muka memerah Siska mulai merapikan bajunya yang acak - acakan, dengan perasaan kesal luar biasa. Setelah selesai Siska menunggu Rama yang masih belum keluar dari kamar mandi dengan wajah tak bersahabat. Sedangkan Rama yang berada di kamar mandi, merutuki apa yang hampir terjadi antara ia dan Siska, ini adalah kejadian dimana ia hampir saja hilang kendali pada tubuhnya. Untung saja ia tersadar ketika mendengar suara desahan Siska , kalau tidak bisa kacau rencana yang ingin mengajak Camelia untuk kembali padanya. Menarik nafas berulang kali Rama menghembuskan nafasnya perlahan. Ia cepat - cepat memakai bajunya supaya bisa memulai obrolan dengan Siska agar semuanya cepat selesai. Rama keluar dengan keadaan sudah berpakaian lengkap, ia di sambut dengan wajah merah Siska yang kelihatan tak senang bahkan kelihatan marah. " Siska kita bicara di ruang tamu saja... " setelah mengucapkan itu Rama berjalan ke luar kamar, meninggalkan Siska yang mengatakan apa pun. Rama menunggu Siska dengan pikiran yang sedang merangkai kata yang akan ia ucapkan pada siska. Siska duduk tepat di samping Rama, walaupun ia sedang marah tapi ia tak mungkin membiarkan Rama lepas darinya, apalagi kalau harus kembali lagi pada Camelia. " Siska aku minta maaf untuk yang kejadian tadi, kejadian tadi tak seharusnya kita lakukan itu perbuatan yang salah. Dan untungnya saja kita bisa menghentikannya tepat pada waktunya ... " Rama berucap dengan badan menghadap samping supaya bisa menghadap ke arah Siska. Siska yang mendengarnya hanya mendengus kesal, Rama tetap lah Rama ia tak akan mau melakukannya kalau belum ada status resmi. Padahal ia melakukan itu agar ia bisa mengikat Rama, supaya tidak meninggalkannya. Rama yang melihat Siska tidak bersuara melanjutkan apa yang akan ia katakan pada Siska. Ia harus menyelesaikan secepatnya supaya ia bisa segera kembali pada Camelia, pikirnya. " Siska sebaiknya kita akhiri segalanya sampai di sini, aku rasa hubungan kita memang sudah salah dari awalnya jadi lebih baik kita berhenti sampai di sini ... " Rama berkata dengan wajah yang menatap lekat pada Siska. Sedangkan Siska yang mendengarnya merasa tak senang dengan apa yang di ucapkan Rama. " Apa katanya hubungan yang salah " batin Siska. " Tidak sampai kapan pun aku tidak akan pernah setuju hubungan ini berakhir ... " tegas Siska tak terima dengan apa yang di ucapkan Rama. " Kamu mau hubungan ini berakhir karena Camelia kan? kamu mau kembali lagi dengan Camelia iya ? " Siska berkata dengan emosi yang mulai terpancing. " Iya aku mau kembali pada Camelia " ucap tenang Rama agar tak pancing emosi, karena ia merasa memang itulah yang dirinya inginkan. Siska yang mendengar itu langsung emosi. " Camelia tidak akan pernah mau kembali sama kamu lagi Rama, di tak kan pernah mau. Mau bagaimana pun kamu membujuknya itu percuma dah. Lebih baik kita lanjutkan saja apa yang sudah kita lakukan " Siska berusaha menurunkan emosinya , bagaimana pun ia tak mau putus dari Rama jadi ia harus berusaha untuk membujuk Rama. " Siska please... aku mohon. Hubungan kita gak bakalan bahagia kalau kita tetap melanjutkan ini semua, aku bener - bener gak bisa tanpa Camelia. Ternyata rasa yang kemarin kurasakan sama kamu itu semu, tak seperti yang kurasakan pada Camelia.... " ucap Rama panjang lebar supaya Siska mengerti. " Ha ha ha ... jadi kamu bilang selama ini kamu gak pernah cinta sama aku gitu...? " teriak siska marah, mendengar apa yang Rama ucapkan rasa yang semu benar - benar gila pikir Siska. " Iya ... Jadi mulai sekarang kita putus gak ada lagi hubungan antara kita berdua, " kata Rama dengan nada tegas, " Ayo sekarang aku antar kamu pulang ... " Rama berkata sambil beranjak mengambil kunci mobil untuk mengantarkan Siska pulang, karena bagaimana pun ia tak mungkin membiarkan Siska pulang sendiri. Rama yang melihat Siska seperti enggan beranjak untuk pulang, memanggilnya lagi dengan nada tegas . " Ayo Siska sudah malam, tak baik untuk perempuan pulang terlalu malam " melihat Siska yang tak kunjung bangkit Rama mengulurkan tangannya supaya Siska meraih tangannya. Akhirnya setelah lama Siska mau juga menyambut uluran tangan Rama. " Masuk ... " Rama berkata setelah membukakan pintu mobil untuk Siska. Bukannya masuk mobil Siska malah memeluk Rama sambil menangis. " Hiks ... hiks ... " tangis Siska pecah setelah memeluk tubuh Rama. " Aku gak mau putus Ram, please ... " mohon Siska dengan tangan yang masih memeluk tubuh Rama. " Kamu lupain aja Camelia, aku janji akan lebih baik dari Camelia, aku tuh cinta banget sama kamu Ram ... " aku Siska dengan badan bergetar karena menangis, Rama yang kasihan membalas pelukan Siska dengan erat. Ini semua salahnya harusnya ia dulu tidak asal mengajak Siska untuk menjalin hubungan di belakang Camelia, harusnya ia memastikan rasa apa yang ia rasakan pada Siska tidak langsung mengambil kesimpulan kalau ia mencintai Siska padahal ia hanya merasa penasaran saja. Sekarang semuanya sudah terlanjur mereka bertiga terluka bukan hanya dirinya, disk dan Camelia pun juga merasakan sakitnya. " Maaf aku gak bisa, nyakitin kamu lebih lagi ... " ucap Rama dengan tangan yang menepuk - nepuk punggung Siska pelan. ### " Biru pak ... " " Kuning Cabe ..." " Ih pak Arya nih biru ... masa doraemon warnanya kuning ? yang kuning itu pikachu pak ... " camelia kesal dengan Arya,masa ada doraemon warnanya kuning bocah TK saja tahu doraemon itu warnanya biru batin Camelia. " Lho saya kan yang gambar ko kamu yang repot sih Cabe, " ucap Arya tak mau kalah. camelia yang melihatnya menggerutu jengkel. " Tapi pak Arya salah tahu.. " Camelia mendengus jengkel. " Awas saja kalah, saya kan mau tuh boneka " ancam Camelia lantaran sudah jengkel dengan kelakuan Arya. " Oke kalau saya dapet boneka yang kamu mau, kamu harus memenuhi satu permintaan saya oke ... " ucap Arya dengan wajah sombong menatang Camelia. " Oke tapi kalau bapak kalah bapak juga harus memenuhi satu permintaan saya ? " Camelia juga gak mau kalah, Camelia tersenyum senang karena merasa akan menang, dalam hati biarin deh boneka bentuk giginya gak dapat, yang pasti ia bisa minta satu permintaan dari bosnya itu. " Saya kasih gambarnya dulu ke mas - mas yang jaga stan nya, supaya cepet di umum in, inget nomor delapan ya punya saya... " ucap Arya langsung pergi setelah mengingatkan Camelia agar mereka tak lupa dengan no undiannya. " Duduk di bangku situ dulu saya mau pergi dulu sebentar ... " Arya pergi setelah mengucapkan itu pada Camelia. Camelia yang mendengarnya hanya menganggukan kepalanya dan menuruti apa yang di ucapkan Arya. Tak lama kemudian Arya kembali dengan dua botol air mineral yang ia beli untuknya dan Camelia. " Nih minum ... " Arya menyodorkan air yang ia bawa untuk Camelia satu, yang di terima Camelia dengan senang hati. " Saya dah lama banget gak pernah ke pasar malam lagi ... pada hal dulu saya sering banget pergi kalau ada pasar malam, hampir semua permainan saya naiki dan gak pernah bosen ... " Camelia bercerita dengan ekspresi senang, sedangkan Arya hanya mendengarkan apa yang di bicarakan gadis di sampingnya itu. " No delapan mana yang megang no delapan " suara itu mengalihkan mereka berdua dari cerita yang sedang Camelia ceritakan. " Ini disini ... di sini ... " teriak Camelia senang, sambil memberikan boneka berbentuk gigi yang di inginkan Camelia. " Wah kita menang pak ... Hore ... " teriak Camelia senang. " Ini mbak hadiahnya ... " si penjual menyerahkan boneka yang di inginkan Camelia. Camelia menerimanya dengan senang hati saking senangnya setelah ia menerima boneka tersebut ia memeluk Arya saking senangnya. " Kita dapat boneka giginya ... " ucap Camelia sambil memeluk Arya. by cha88. terima kasih sudah mampir tekan ♥️ jangan lupa ya terima kasih.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN