episode 26

1269 Kata
Seorang wanita sedang sibuk menata makanan di atas meja yang baru saja selesai ia masak, senyum tak pernah luntur dari bibir yang sengaja di beri pewarna merah. Berjalan mondar - mandir menata meja supaya sesuai dengan apa yang ia inginkan. " Kamu pasti akan terkejut dengan yang telah aku lakukan , dan kita akan kembali seperti duku lagi... " gumam bibirnya dengan ekspresi senang, karena rencana yang telah ia rencanakan. Ia langsung berlari ke arah pintu depan, ketika mendengar suara mobil orang yang ia tunggu tiba. Senyum manisnya ia persiapkan untuk menyambut orang spesial yang di tunggu. Ia bergegas membuka pintu sebelum orang yang di luar yang lebih dulu membukanya, ia tak sabar melihat muka kaget sang kekasih. Ceklek .. " Rama... " teriak suara yang wanita yang dari tadi tak sabar menunggu pria yang di tunggu. Rama yang terkejut melihat pintu rumahnya terbuka dan terdengar suara seorang wanita, langsung menatap kaget wanita yang ada di depannya. " Siska..., sedang apa kamu disini ? " tanya Rama yang masih kaget melihat siska ada di rumahnya. Iya wanita yang dari tadi sibuk itu adalah Siska, yang berniat untuk meluluhkan lagi hati Rama. " Bagaimana kamu bisa masuk ke dalam rumah ku ? " tanyanya lagi dengan wajah bingung yang tak bisa di sembunyikan. Siska yang mendengarnya hanya tersenyum dan tak lama menggelengkan kepalanya aneh. " Kamu lupa ? kamu kan memberikan kunci cadangan rumah kamu sama aku waktu itu.. " ucap Siska mencoba mengingatkan Rama, yang pernah memberikan kunci rumahnya dulu padanya untuk memudahkan kalau - kalau mereka ingin bertemu. Rama yang mendengarnya pun, mengusap wajahnya lelah. Ia lupa bahwa ia dulu pernah memberikan kunci cadangannya pada Siska, yang tak pernah ia berikan pada Camelia yang juga kekasihnya. " Iya aku lupa ... " ucapnya pasrah, " Kamu sedang apa di sini ? " tanya Rama setelah melangkah kakinya masuk kedalam rumah nya, berniat untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sedang lelah. Siska yang mendengarnya pun hanya menarik tangan Rama, menyuruh Rama untuk mengikutinya tanpa menjawab pertanyaan Rama. Rama hanya pasrah melihat apa yang di lakukan Siska tanpa mau menolaknya, kerena jujur ia sudah merasa lelah. Lelah dengan semuanya baik tubuhnya maupun hatinya, sudah tidak bisa di ajak untuk berdiskusi. " KEJUTAN ... " ucap Siska semangat setelah mereka sampai di meja makan rumah Rama. " Aku masak semua ini buat kita makan bareng, ya itung - itung dinner gitu ... soalnya kan kita udah lama banget gak pernah dinner. " kata Siska sambil menyuruh Rama duduk di kursi makan sedangkan Siska mendudukan dirinya di sebelah Rama. Rama yang melihat meja makan penuh dengan makanan menjadi semakin tak karuan, melihat sikap Siska yang seolah tak peduli dengan semua yang ia ucapkan minggu sebelumnya. Seperti ia masih tetap bersikeras untuk melanjutkan semuanya. " Kamu mau makan apa ? Siska bertanya sambil tangannya bergerak mengambil piring Rama bermaksud untuk mengambilkan nasi beserta lauknya untuk Rama. " Biar aku saja ... " tolak Rama halus ketika melihat Siska berniat akan mengambilkan makanan untuknya, dan beralih mengambil piring dari tangan Siska. Siska yang melihat penolakan Rama merasa jengkel tapi dengan cepat ia bersikap biasa saja, ia tidak ingin rencananya untuk tetap bersama Rama jadi gagal karena ia keburu emosi. Mereka makan dengan hening hanya suara sendok dan piring yang terdengar hingga waktu makan usai. Rama yang selesai terlebih dahulu berniat akan membawa piring bekasnya ke westapel untuk nanti ia bersihkan, tapi dengan cepat Siska melarangnya. " Kamu mandi saja , aku nanti yang bereskan ... " ucap Siska mencegah Rama yang akan membawa piring yang tadi ia pakai makan. Rama yang mendengarnya pun hanya menurut dan menganggukkan karena menurut Rama ia juga akan membersihkan dirinya supaya ia bisa secepatnya menyelesaikan semuanya dengan Siska. Melangkahkan kakinya menuju kamar dan segera menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya yang terasa lengket dan penat. Siska yang melihat Rama sudah memasuki kamarnya tak bisa lagi menyembunyikan raut wajah kesalnya, karena makan malam yang biasanya mereka lakukan akan berakhir romantis, tidak seperti sekarang. Jangankan romantis Ram memuji masakannya pun tidak, pada hal biasanya Rama tidak pernah melewatkan pujiannya untuk Siska. Menghembuskan nafasnya berulang kali guna meredakan amarah yang mulai menguasai hatinya, walau pun hanya sedikit tapi tak masalah yang penting hatinya tak terlalu jengkel dengan sikap Rama. Siska tersenyum senang dengan rencana tentang selanjutnya akan ia lakukan, ia sangat yakin Rama tidak akan bisa menolaknya lagi. Karena biasanya Rama akan ketagihan dan bahkan ia tak suka kalau Siska mengakhirinya. Dengan terburu - buru Siska menyelesaikan makan malamnya dan bergegas membereskan semuanya, karena ada satu lagi cara yang akan ia lakukan. Rama yang terkejut saat keluar dari kamar mandi ia menemukan Siska berada di kamarnya , duduk dengan santai di samping tempat tidurnya. " Siska apa yang sedang kamu lakukan di sini ? " Rama bertanya dengan nada terkejut yang tak bisa ia tahan, karena melihat Siska tampak tak masalah melihat keadaanya yang masih dalam kondisi telanjang, walaupun ia masih menggunakan handuk tapi tetap saja ia agak risih. Selama ini hubungannya dengan Siska masih dalam tahap wajar hanya sekedar ciuman dan kalau pun sampai kelewatan hanya sampai remas - remas d**a tak lebih, ia masih bisa mengontrol dirinya supaya tidak bertindak lebih. Walaupun ia memang b*****k dengan berselingkuh di belakang Camelia, tapi bukan berarti ia b*****n haus akan s*x. Ia masih menganut s*x just married, karena itu yang selalu di ajarkan orang tuanya dulu. Siska yang melihat Rama keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk bukannya malu atau risih, malahan ini akan menjadi kesempatan menjalankan aksinya untuk menggoda Rama. Ia mulai beranjak berjalan menuju kearah Rama berada, ia segera mengalungkan tangannya ke leher Rama setelah ia sampai di hadapan Rama. " Aku menunggu kekasih ku.. " ucap Siska dengan suara yang ia buat agak mendesah di akhir kalimatnya, dan juga tangan yang mulai mengusap - usap bagian belakang kepala Rama , supaya Rama bernafsu dengannya. Rama yang masih berusaha menahan tubuh Siska supaya tidak semakin menempel kepadanya terkejut ketika bibirnya merasakan benda kenyal basah, yang ternyata bibir siska. Bahkan bukan hanya menempel tapi bibir Siska memangut bibirnya cepat dan menuntut, sehingga ia tanpa sadar mulai terbuai dan menikmati apa yang Siska lakukan. Siska yang merasa Rama mulai menerimanya semakin agresif dengan menempelkan bagian depan tubuhnya sehingga bergesekan dengan d**a telanjang milik Rama. Mereka saling bertukar saliva ,lidahnya saling membelit dan menjelajahi bagian mulut masing - masing. Rama yang sudah tak bisa menahan gairahnaya tanpa sadar tangannya sudah menyusup dan meremas - remas bagian p******a Siska dengan gemas, setelah puas Rama mulai turun ke leher dan sampai ke tulang selangka milik Siska. Siska yang sama juga dengan Rama sudah di kuasai b****i menggerakkan tangannya untuk menyentuh p***s Rama yang berada di balik handuk yang masih di kenakan Rama. Setelah berhasil ia pegang ia elus dengan lembut sehingga Rama mendesah di ceruk leher Siska. Rama yang sudah benar - benar di kuasai nafsu mendorong Siska ke atas tempat tidur dan mengangkat ke atas menekan yang di pakai Siska, sehingga ia bisa melihat gundukan yang masih terbungkus pakaian dalam yang di pakai Siska. Menciumnya dengan lembut dan meninggalkan bekas merah sehingga Siska mendesah tak tertahan. " Ahh... Ram.. " suara desahan Siska membuat Rama tersentak dengan apa yang sedang ia lakukan, ia terkejut melihat keadaan Siska yang hampir bagian atasnya telanjang akibat perbuatannya. Rama juga menyadari bahwa handuk yang ia pakai sudah hampir menampilkan p***s nya buru - buru ia betul kan, ia berdiri dan langsung mengambil pakaiannya asal dari lemari dan pergi ke kamar mandi. Tidak ia perdulikan teriakkan Siska yang memanggilnya. " Rama .... Rama... " teriak siska dari atas tempat tidur. by Cha88. Terima kasih sudah mampir jangan lupa tekan ♥️ ya makasih
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN