episode 9.

1086 Kata
Arya pov. Tadi malam Toni mengajak untuk naik gunung lagi, tapi bukan untuk camping hanya sekedar cari angin dengan gaya laki - laki katanya. Karena aku juga butuh liburan setelah seminggu bekerja terus ,aku memutuskan untuk menyetujuinya karena itu adalah hobi yang biasa kami lakukan kalau ada waktu yang senggang. Pukul lima kami berangkat dengan menggunakan satu mobil yang di bawa Toni. Perjalanan lumayan cepat dan lancar karena waktu masih pagi dan tempat yang kami tuju juga bukan di ibu kota. Setelah sampai di tempat tujuan aku memutuskan untuk mencuci muka dulu karena jujur aku masih mengantuk, karena Toni melarang aku untuk tidur selama di perjalanan katanya untuk teman mengobrol. Dasar teman br*****k umpat ku dalam hati. Karena terlalu terburu - buru aku tida sengaja menabrak seseorang, dan ku rasa itu seorang perempuan. " Maaf kamu tidak apa - apa ? " tanyaku merasa bersalah. " Gak apa - apa " Dia hanya menjawab begitu kemudian dia langsung terburu - buru pergi. Sepertinya dia sedang terburu - buru. Tapi sepertinya aku pernah melihatnya tapi di mana ya.Ucap ku sambil berpikir. Karena takut membuat Toni dan rombongan yang lain menunggu aku bergegas cuci muka dan kembali. Benar saja beberapa anggota rombongan sudah ada yang berangkat sebagian. Rasanya menyenangkan bisa merasakan udara yang segar dan pemandangan yang indah seperti kembali ke masa kuliah dulu. Aku dan Toni sengaja berjalan di belakang rombongan yang lain, supaya lebih santai. Sebenarnya yang usianya cukup muda hanya beberapa kebanyakan semuanya adalah usia parubaya. Iya parubaya, kami memang pergi naik gunung dengan para om - om sebutan untuk lelaki usia matang, he he he , tapi jujur itu mengasyikkan . saat sedang asik memandang alam sekitar tiba - tiba BRUKK.. Aku merasa seperti tertabrak sesuatu, dan ketika melihat ke bawah ,ada seorang gadis terjatuh di dekat kaki ku. Niat hati ingin menolong malah di teriaki oleh sang gadis. " Hei kalau jalan lihat - lihat donk " Omel sang gadis, tapi aku masih belum menjawab karena sejujurnya aku masih kaget dengan kejadian barusan. " Ih di ajak ngomong malah bengong, dasar cowok nyebelin " marahnya dengan nada kesal. Sedangkan aku masih heran, " bukannya dia yang nabrak ko dia yang marah " batin ku. karena tak mendapat respon dari aku maupun Toni gadis itu pergi sambil dengan gerutuan yang masih bisa kami dengar. " Gadis yang lucu " ucap Toni yang ku balas dengan pandangan malas. " Lucu dari mana ? galak plus judes iya ? " jawab ku. " Tapi dia cantik kan Ar.. " tanyanya lagi tau mau kalah. " Di luar sana juga banyak yang cantik Toni saputra. " jawab ku tak mau kalah, sambil berjalan meninggalkan Toni. "Hei akhirnya seorang Arya Hermawan, mengatakan kalau banyak wanita cantik. Ha ha ha " ku dengar Toni tertawa yang membuat aku jengkel, tapi tak ku hiraukan ucapannya sama sekali. Tapi memang benar apa yang di ucapkan Toni cantik dan juga lucu.Tapi ia tidak ingin mengakuinya, rasanya terlalu aneh dia rasa. Yang tanpa ia sadari dari tadi ia tersenyum terus. Sampai di lokasi yang dituju ternyata sudah banyak yang sampai terlebih dahulu, lokasinya sangat bagus dan strategis, pemandangannya juga sangat indah. Rasanya ia tidak akan kecewa karena telah berjalan lumayan jauh. Tiba - tiba ada seseorang yang memanggil nama ku. " Arya.. !! " panggil suara yang agak familiar. ternyata om Agus, ia adalah salah seorang guru yang juga salah satu anggota tetap yang suka melakukan pendakian. Om Agus memanggil sambil melambaikan satu tangannya ke arah aku dan Toni, kami pun bergegas menuju tempat yang om Agus berada. " Halo om, apa kabar semua. ? " menyapa semua yang ada di situ. Mereka menyambut kami dengan ramah, karena kami juga memang menjadi anggota yang sering kali mendaki bersama mereka. Sebenarnya cukup aneh, karena kami yang muda tapi berteman dengan mereka yang seusia dengan ayah kami. Tiba - tiba mata ku menatap sosok yang agak tak asing. Sosok gadis yang tadi menabrak dan mengatai ku " Menyebalkan " ia ada di kelompok ini. Mungkin gadis itu adalah salah satu anak atau keponakan seseorang yang ada di rombongan ini. " Bukannya itu gadis yang tadi " suara Toni mengembalikan kesadaran ku pada sosok gadis itu tanpa ku sadari . " Iya..." jawab ku singkat. Obrolan pun masih berlanjut dengan bermacam pertanyaan ,yang biasa kami bicarakan jika sudah lama tidak bertemu. Tanpa ku sadari aKu terus menatap ke arah gadis itu terus, entahlah aku sedikit penasaran padahal biasanya aku termasuk orang yang tidak terlalu kempo tentang urusan perempuan... Tiba - tiba mata gadis itu balik menatap ku yang sedang asik menatapnya, ia melebarkan matanya tapi kemudian ia asik lagi dengan kegiatan makan yang sedang di lakukan nya. " Oh iya ..Ini perkenalkan ini Camelia anaknya om " ucap salah satu anggota yang kalau tak salah namanya om Beni. Tidak banyak yang aku dengar dari penjelasan om Beni yang aku fokuskan hanya Camelia, ya nama gadis yang memaki ku ternyata Camelia. " Hai saya Camelia, salam kenal " ucap gadis itu. Walau pun bibirnya tersenyum tapi matanya tidak ,aku yakin saat ini ia pasti sedang kesal. Kesal kenapa batin ku. Ternyata Camelia memang gadis yang lain seperti kebanyakan gadis. Jika biasanya kalau Toni sudah mulai tenar pesona pasti banyak gadis yang akan luluh, tapi ia tidak .Padahal dari tadi ia selalu di ikut in Toni entah untuk apa Toni mengikutinya tapi yang pasti muka Camelia tampak tidak bersahabat ,ha ha ha kasian Toni. Pas ada kesempatan lari dari Toni, gadis itu langsung melarikan diri dari Toni yang sedang di ajak mengobrol dengan sesama anggota yang lain. Aku yang biasaNya cuek pada seorang gadis entah mengapa aku merasa ingin terus mengusilinya. Hingga tiba - tiba aku mendapatkan sebuah ide yang bagus di otak ku. Aku menghampirinya yang sedang fokus mengambil foto pemandangan sekitar, aku tanpa bicara dan ucapan minta apa pun aku menyerahkan ponsel ku padanya, awalnya ia bingung hanya menatap ponsel ku saja , tapi aku langsung mengambil tangannya dan bilang. " Ambilkan foto ku dengan ponsel ku " ucap ku memerintah. Ia masih dengan tampang bingung mengambilkan foto ku beberapa kali. Namun tiba - tiba dia berseru " Emang aku pembantu mu.. " seru ia galak ,yang telah sadar dengar apa yang sedang ia kerjakan. Sontak hal itu membuat aku tak radar menahan tawa ku, aku tertawa terbahak karena merasa sangat lucu. Ia pergi dengan menghentakkan kaki dan berteriak marah,. Ah kenapa aku sangat senang melihat ekspresi wajah nya yang lucu. " Camelia ... Camelia.. Aku sudah gila sepertinya " ucap ku dalam hati. By cha88.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN