Pertengkaran Hanen dan Reynold

3770 Kata
tak berapa lama Reynold masuk kedalam kamar dan meletakkan Winnie di baby box nya agar dia bisa tidur "kau sudah tidur Hanen" Reynold mendekati Hanen yang membelakangi nya "kau jangan mendekat padaku,dan aku ingatkan agar kau jangan tidur bersama lagi dengan kami lagi" Hanen membalikkan badannya "baik aku akan tidur di luar" Reynold keluar dengan membawakan bantal dan selimut "kau pikir aku akan memaafkan mu" Hanen memindahkan Winnie tidur disampingnya dan mereka berdua tidur nyenyak pagi harinya "owek owek owek" Winnie menangis kehausan, Hanen yang baru masuk ke dalam kamar mandi keluar sambil menggunakan handuk karena mendengar tangisan Winnie "kamu kenapa sayang, Daddy di sini lihat lah" Reynold langsung masuk ke dalam kamar dan melihat Hanen hanya memakai handuk di badannya "tolong buatkan susunya" Hanen memberikan botol s**u nya dan Reynold keluar dengan cepat, dia takut tidak bisa mengendalikan dirinya melihat Hanen seperti itu tak berapa lama Reynold datang, Hanen memberikan Winnie pada nya, Reynold pun paham dan cepat cepat mengambil Winnie "jangan menggodaku Hanen" Reynold melangkah keluar kamarnya, tapi Hanen langsung menjawab Reynold "aku tak bernafsu dengan pria menjijikkan sepeti kau" Hanen menekankan ucapannya dengan emosi "semoga suatu hari nanti kau tidak akan pernah memaksa ku untuk menikmati setiap jengkal badan mulus yang kau banggakan itu" Reynold menarik pintu dengan kuat "hahaha apa dia sedang bercanda" Hanen melanjutkan mandinya,tanpa memperdulikan Reynold Reynold memberi s**u Winnie dan Winnie menatap mata Reynold "kau sangat cantik gadis kecilku" Winnie tersenyum setelah mendengar ucapan Reynold "hai gadis kecil, kau sudah mandi" Yogi yang baru selesai mandi,dia membawa bimbim bersama nya (anjing kesayangan Yogi) "kapan aku bisa pindah ke rumah lagi" Reynold menanyakan nya sambil memberikan s**u kepada Winnie "besok Rey,ada apa? kemarin kau sangat bersemangat tinggal di sini, lihat baby box nya pun baru aku buat demi gadis kecil ini" Yogi pun memegang tangan Winnie "kami disini saja,kau mau pulang ya silahkan" Hanen keluar dari kamarnya dan meminta Winnie untuk dimandikan Jesi "Mije,aku harus cepat untuk ke rumah sakit,bisa tolong jaga Winnie" Hanen memeluk Jesi "pergilah Hanen,aku akan menjaga si cantik ini" Jesi mengambil Winnie dari pelukan Reynold dan membawanya ke kamar untuk mandi "sarapan dulu Hanen,aku akan membawa Bimbim ke kandang dulu" Yogi meninggalkan Hanen dan Reynold berdua "Hanen, dengarkan aku sekali ini saja" Reynold memegang lengan Hanen tapi hp Hanen berbunyi dan dia mengangkat nya "sayang kapan kau pulang" Hanen berbicara sangat manja padahal itu sahabat terbaiknya Dinda yang akan segera pindah ke kotanya,dia menyingkirkan tangan Reynold dan pergi ke meja makan "aku merindukanmu, cepatlah pulang, kau harus bertemu dengan Winnie ku,dan kita akan merawatnya sayang" Hanen tidak memperdulikan Reynold yang sangat marah "bye sayang, cepatlah datang" Hanen memutus sambungan telfonnya dan meminum s**u nya "Winnie putri ku" Reynold mengangkat dagu Hanen,dan Hanen menelan lembut s**u nya dan terperangkap dengan ketampanan Reynold "dia juga hak ku" Hanen mengangkat alisnya "jangan libatkan pria lain untuk menjaga putriku,dia milik kita berdua" Reynold mendekati wajah Hanen "kita tidak punya kesepakatan melarang menjalin hubungan dengan siapapun" Hanen menatap mata Reynold "benar,batas hubungan kau dengan ku hanya sebatas menjaga Winnie,kau paham" Reynold marah pada yang menelfon Hanen tapi dia tidak tau siapa wanita itu "terimakasih aku sangat paham" Hanen tersenyum dengan manis nya "ingat kewajiban mu pada Winnie" Reynold meninggalkan Hanen dan membawa kopi nya "pria aneh,kau berhak dengan siapapun,bahkan semalam kau berhubungan badan dengan wanita jalang aku tidak perduli, kenapa kau sibuk dengan siapa aku berhubungan" celotehan Hanen terdengar di telinga Reynold dan dia berhenti melihat Hanen yang menatapnya juga dengan mata tajamnya "kau ingin menguji ku Hanen,aku akan pastikan kau akan menangis dan meminta ku untuk berhenti mencari wanita lain" Reynold duduk di depan taman indah Yogi sambil menikmati kopinya "Mije,apa Winnie sudah mandi" Hanen masuk kedalam kamar dan melihat Winnie sudah cantik dan harum "Hanen, dimana gadis mungil pembawa damai di rumah ku ini" Yogi langsung masuk karena Jesi ada didalam Winnie mengeluarkan lidahnya kepada Yogi dan itu sangat membuat Hanen tertawa gemas dan mencium wajah Winnie "lihatlah,dia mengolok ku, lihatlah Winnie om akan mencari istri dan aku akan memberikan mu anak pria sebagai jodoh mu kelak" Yogi mencubit gemes kaki gembul Hanen "menikah lah dengan segera Yogi,aku sudah mulai tua,dan izinkan aku merawat anak mu kelak seperti Winnie" Jesi memandang wajah Winnie yang sangat teduh "iya,aku akan mencari nya Jesi" Yogi merangkul bahu Jesi "kita segera ke rumah ku Yogi, kami bisa pindah malam ini kan" Reynold masuk kedalam kamar dan melihat Winnie sedang menatap nya "sayang,kau mau Daddy gendong,sini sayang" Reynold mengendong Winnie dan melihat mata indah Winnie "baiklah, kita pulang nanti sore" Yogi keluar di ikuti Jessie "kau pulang jam berapa" Reynold bertanya dengan sangat dingin "jam 8 malam" jawab Hanen singkat "ingat kewajiban mu sebagai mommy,jika tidak aku akan mencari wanita lain untuk menjaga putriku" Reynold bicara sangat dingin pada Hanen yang sedang merias wajah cantiknya "silahkan,aku bisa membatalkan kau sebagai wali prianya, karena kau sudah membawa wanita jalang ke rumah mu dan di rumah itu ada Winnie,dan jika kau tidak tau peraturan dalam mengadopsi anak lebih baik kau cari tau agar kau sedikit pintar" jawab Hanen sangat tenang dan dia menyemprotkan parfum mahalnya ke leher dan mengambil tas nya untuk berangkat ke rumah sakit. "kau mengancam ku" Reynold berdiri tepat dihadapan Hanen,dan Hanen mengambil Winnie dari tangan Reynold dan mencium pipi nya "aku tidak suka di ancam duluan, jadi jangan mulai mengancamku,selama ini aku melunak kepada mu, karena aku mengira ayah ku yang membunuh ibu dan adikmu, ternyata tidak"! Hanen keluar dari kamar sambil membawa Winnie untuk ke rumah rumah sakit "Yogi, kau bisa mengantarkan kami ke rumah sakit" Hanen melihat Yogi yang sedang memeriksa CCTV rumahnya "baiklah Hanen,mari aku antar kau dan Winnie" Yogi berdiri dan mengambil kunci mobilnya "kami tunggu diluar om Yogi" Hanen menirukan suara anak kecil Jesi sedang merapikan barang barang Winnie karena akan kembali ke rumah Reynold, Reynold sangat emosi dengan Hanen dan akan membuat Hanen marah kepadanya "permisi,apa ada tuan Reynold di sini" sapa seorang wanita dari speaker kecil dekat pos bodyguard Yogi,Hanen tidak bisa melihat wajahnya karena rumah Yogi sangat tertutup "ya sayang, tunggu aku" jawab Reynold yang menjawabnya dari pos Bodyguard "kita berangkat sekarang" Yogi sudah rapi dan mengeluarkan mobilnya dari garasi "lihat Winnie,om Yogi selain baik, tampan dan ternyata dia sangat sayang pada mu,doakan mommy agar dapat suami yang seperti itu" Hanen berbicara seperti itu dan dia tak sadar Reynold dibelakang nya "kenapa kau tidak menikah saja dengan dia" Reynold bertanya dengan emosinya "Yogi apa kau menikah dengan ku" Hanen berteriak bertanya pada Yogi "wah tentu saja,tapi aku masih mau hidup Hanen" Yogi tersenyum pada Reynold "kau mau kemana" Reynold berbicara dengan mata yang terus melotot "ke rumah sakit, Winnie harus disuntik hari ini, dan jangan sering melotot karena tidak ada pendonor mata yang mau memberikan matanya dengan suka rela!" Hanen menjawab dengan sangat ketus dan masuk kedalam mobil Yogi Reynold pun ikut ke rumah sakit dengan menaiki mobilnya sendiri dan menyuruh wanita tadi untuk pergi,karena rencananya tidak berhasil untuk memanasi Hanen "lihat Yogi,dia seperti orang aneh, memanggil wanita tapi di suruh pergi" Hanen memulai pembicaraan dengan Yogi "dia sangat susah di tebak Hanen" Yogi melihat Reynold mengikuti mobilnya dari belakang dan dia tersenyum melihat hanya Hanen yang bisa membuat Reynold seperti orang bodoh "kelak jika Winnie sudah dewasa aku akan menyarankannya untuk mengambil profesi dokter, supaya dia dijauhkan dari pria pria tak berguna seperti Reynold" Hanen melihat Winnie yang tidur dengan nyenyak nya "iya,dia harus seperti mu, pintar dan berpendidikan" Yogi sangat menyukai kepribadian Hanen yang ramah sesampainya di rumah sakit, Hanen membawa Winnie ke spesialis anak yang tak lain adalah sahabat nya yang bernama Riko "hai gadis kecil,apa kau sudah siap untuk di suntik" Riko mengambil Winnie dari pelukan Hanen dan meletakkan nya di tempat tidur "apakah itu akan sakit" Reynold tiba tiba masuk dan membuat Hanen terkejut "kau kenapa di sini" Hanen terkejut melihat Reynold "aku mau melihat anak ku,apa itu tidak sakit" Reynold melihat wajah Winnie,dia sangat tidak tega "tenang lah Rey,itu wajib walaupun sakit" Hanen bersikap tenang saja karena sudah biasa melihat seperti itu "kita suntik ya gadis kecil,kau sangat cantik" Riko sudah mengambil suntik dan menyuntikan nya di tangan kanan Winnie "owek owek" suara tangisan Winnie terdengar sangat keras dan kemudian dia diam, sehingga Reynold sangat panik "sayang mommy pintar sekali, mommy bangga sama Winnie" Hanen mengambil nya dan menenangkan Winnie "hanya sekali saja kan" tanya Reynold khawatir sambil mengelus pipi gembul Winnie "untuk bulan ini hanya 1 kali tuan,selanjutnya bulan yang akan datang" Riko tersenyum pada Reynold dengan ramahnya "baiklah, terima kasih" Reynold meminta Winnie pada Hanen dan dia membawa Winnie ke ruangan bayi "lihatlah sayang, nasib kau mungkin akan sama seperti mereka jika Daddy tidak mengadopsi mu kemarin, Daddy bersyukur mengadopsi mu Winnie" Reynold melihat mata indah Winnie dan Winnie tersenyum pada Reynold "Winnie akan bersama ku di sini,kau pergilah" Hanen meminta Winnie pada Reynold "disini banyak virus, bermacam macam penyakit berkumpul disini,kau seorang dokter tapi tidak tau itu" Reynold menceramahi Hanen "ya sudah silahkan bawa dia pulang,aku akan bekerja" Hanen memberikan perlengkapan Winnie dan pergi begitu saja "tenang sayang, Daddy akan mencarikan mami baru untuk mengurus semua nya,dirimu dan Daddy,apa aku mau"? Reynold berbicara keras agar terdengar oleh Hanen "silahkan" Hanen menjawab nya dan meninggalkan Reynold Yogi yang menunggu di mobil melihat Reynold keluar bersama Winnie,dan dia keluar dari mobilnya "mana Hanen" Yogi mengambil semua perlengkapan Hanen dari tangan Reynold "dia bekerja, kita jemput Jesi dulu,dan pulang ke rumah ku,kita bawa mobil kau saja" Reynold menjawab dengan singkat karena kesal sekali dengan Hanen "ya sudah, nanti mobil mu akan di urus Aston" Yogi membuka pintu dan Reynold masuk ke dalam,saat Yogi hendak menghidupkan mobilnya,getaran lambat perlahan-lahan mengguncang bangunan di hadapan Reynold, semakin lama semakin kencang "ini gempa Rey" Yogi dan Reynold keluar dari mobil terlihat bangunan rumah sakit berguncang hebat dan Reynold melihat Hanen sedang berusaha mengeluarkan pasiennya "Yogi, pegang Winnie,dan kau jangan berdiri di sini, di lapangan kosong itu, tunggu di situ cepat Yogi" Reynold menyerahkan Winnie dan Yogi membawa Winnie ke lapangan kosong,dan gempa berhenti Yogi memerintahkan semua bodyguard untuk datang membantu evakuasi, karena tidak mungkin pasien di rawat di dalam rumah sakit Hanen kewalahan mengurusi pasien nya yang panik, Hanen merasa pusing dan dadanya sesak, Reynold mencari Hanen dan dia melihat Hanen bersandar di dinding, Reynold mendudukkan Hanen di lantai, wajahnya sangat pucat "Rey tolong pasienku,jika ada gempa susulan mereka akan celaka" Hanen hendak berdiri tapi dia terjatuh, tak berapa lama semua bodyguard Reynold sudah datang dan membantu evakuasi pasien "kau duduk di sini, lihat semua anak buah ku sudah di sini,aku akan mengeluarkan bayi bayi dulu" Reynold melihat perawat sudah mulai mengeluarkan box bayi, Reynold mendorong beberapa box bayi yang tersisa,sudah ada tenda yang sangat besar terpasang di halaman rumah sakit tak berapa lama gempa mengguncang rumah sakit lagi, kekuatan gempa sangat kuat, Hanen ketakutan dan memanggil Reynold, langit langit rumah sakit mulai retak dan Hanen berdiri untuk mencari tempat lain untuk berlindung "Reynold kau dimana,aku sangat takut,tolong aku Rey" kata kata itu keluar dari mulut Hanen tanpa disadari nya Reynold sudah berhasil mengeluarkan semua bayi dan orang tua,dia menghampiri Yogi dan Winnie "Yogi,kau baik baik saja,apa Winnie menangis?" tanya Reynold dan untungnya Winnie tertidur pulas "lihat Rey, bangunan ini seperti akan hancur,dan ada yang minta tolong di sana dan dimana Hanen" Yogi menunjuk lantai 5 rumah sakit itu dan ada seorang anak yang minta tolong sambil ketakutan "tetap lah di sini, aku akan menyelamatkan nya, jangan kemana-mana" Reynold berlari dengan cepat sekali setelah gempa mulai reda Hanen yang terjebak di lantai atas, melihat seorang anak laki-laki yang minta tolong dari dalam dan Hanen melihat dari kaca ada lemari yang jatuh dan pintu tidak bisa dibuka "tolong aku dokter,aku tidak mau mati di sini" anak itu mendengar suara Hanen,dan dia menggunakan kursi rodanya mendekati pintu "bagaimana caranya, Reynold aku mohon bantu aku" Hanen menangis mencoba mendobrak pintu kamar anak itu,tentu saja itu tidak akan berhasil karena lemari itu membuat pintu tidak bisa di buka Reynold melihat Hanen dan dia heran mengapa Hanen mendobrak pintu, Reynold mendekati Hanen yang menangis di ikuti sebagian Bodyguard nya, sedangkan yang lain sedang berpencar mencari pasien lain "Reynold, ada 1 orang anak di dalam,dia memakai kursi roda,tolong keluar kan dia dari dalam" Hanen terduduk karena tidak bisa membuka pintu dan suara anak itu terus meminta tolong "Hanen aku disini,apa kau tidak tau siapa aku, jangan takut lagi" Reynold memberikan tangannya agar Hanen berdiri dan menjauhi pintu "Reynold, kenapa kau tinggalkan aku" Hanen tersadar dan menarik tangan Reynold,dia memeluk erat tubuh Reynold,senyum Reynold sangat tergambar di Bibirnya 5 bodyguard Reynold mendobrak pintu dan akhirnya pintu terbuka, mereka menyingkirkan lemari besi yang terjatuh dan membawa anak laki laki itu turun "Rey aku takut akan ada gempa susulan lagi" Hanen terus memeluk Reynold dan menangis "apa yang kau takuti,aku disamping mu sekarang,selama aku masih bernafas tidak akan ada yang menyentuh mu dan Winnie seujung rambut pun,kau paham" Reynold mengusap rambut Hanen, setelah Hanen tenang mereka berdua turun menggunakan tangga sesampainya di halaman rumah sakit, Hanen bergegas memeriksa pasien pasiennya dan Reynold kembali ke tempat Yogi,mereka pamit untuk pulang pada Hanen, "maafkan mommy sayang, ini buka keinginan kita semua,maafkan mommy tidak bisa menemani mu malam ini" Hanen mencium pipi Winnie "Asto tetap disini,aku takut jika ada gempa susulan, karena Hanen gampang takut jika tidak ada yang bisa diandalkan nya" Reynold tidak bisa menjaga di Hanen karena ada pekerjaan mendadak yang harus di selesaikan nya, Reynold membawa Winnie masuk kedalam mobil "kami pulang dulu Hanen" Yogi masuk kedalam mobil, Hanen mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum dan dia masuk lagi ke dalam tenda darurat mengawasi pasien nya. Aston berjaga di halaman rumah sakit bersama anak buahnya dan sesekali mereka membantu membawa tabung oksigen dan peralatan medis yang diperlukan para Dokter dan perawat Di dalam mobil "kenapa bisa terjadi gempa kuat sekali Yogi" Reynold memberikan s**u Winnie dan bertanya pada Yogi "aku bukan ahlinya Reynold jika kau bertanya seperti itu kepada ku" Yogi tersenyum dengan jawaban yang diberikan nya "benar juga,itu bukan keahlian mu, bisakah Hanen mengurus semua pasien yang ada di tenda" Reynold mencemaskan Hanen,pasti dia akan kurang istirahat nanti "banyak perawat juga,dia pasti bisa Rey" Yogi sampai di rumah Reynold dan melihat rumah Reynold yang sudah selesai di buat pengaman paling canggih "Winnie,kita kembali sayang,ini rumah mu" Reynold mencium Winnie yang tertidur pulas malam harinya Hanen tidak bisa pulang karena pasiennya masih harus di rawat di tenda darurat "kau tak pulang mommy" tanya Reynold pada Hanen saat mengantar pakaiannya,dan Hanen masuk kedalam mobilnya Reynold untuk istirahat sebentar saja "jangan panggil begitu Rey,aku takut ada yang salah paham" Hanen mengambil pakaiannya dan menanyakan Winnie "ok terserah kau saja, Winnie tadi sedang tidur saat ku tinggalkan,kau rindu pada nya" Reynold memberikan beberapa makanan yang dibelinya untuk Hanen "iya aku sangat rindu, tapi bagaimana lagi,ini resiko pekerjaan ku, terimakasih makanan nya Rey,aku sangat lapar" Hanen mengambil makanannya dan melahapnya sampai pipinya ada serpihan makanannya "jangan lama-lama pulang,kami akan rindu" Reynold menikmati Hanen yang sangat enak sekali dengan makanannya Hanen tidak menjawab lagi,dia menyelesaikan makanan nya dan izin mengganti pakaian nya di dalam mobil Reynold "kamu makan seperti anak kecil,apa kau sengaja menggoda ku" Reynold mengusap lembut pipi Hanen menyingkirkan sisa makanan nya "maaf,aku tidak tau,kau keluarlah,aku akan mengganti pakaianku" Hanen mendorong Reynold agar keluar dari mobil dan Reynold menurutinya sambil tersenyum, Reynold ingin mengerjai Hanen,dia membalikkan badannya,dan Hanen hanya memakai dalaman nya saja,dan itu membuat Reynold terpana akan kecantikan Hanen yang semakin bertambah "kau menggodaku Hanen" Reynold langsung masuk dan mendorong badan Hanen tersandar di tempat duduknya "apa yang kau lakukan,menjauh dariku" Hanen sangat marah dan malu sekali, tapi Reynold tidak perduli dan mencoba mencium bibir Hanen "aku akan melompat dari gedung rumah sakit ini setelah kau selesai,aku jijik dengan tubuh ku jika kau menyentuh ku" Hanen menangis dan Reynold menjauhkan dirinya dan menutup pintu mobilnya dengan sangat keras "apa yang aku lakukan" Reynold menjauhi mobil nya dan mengambil sebatang rokok,dia sangat frustasi sekali, pasti Hanen akan sangat marah padanya "aku benci kau seumur hidupku" Hanen berteriak dan meninggalkan Reynold "maafkan aku Hanen,aku khilaf" Reynold mengejar Hanen dan menarik tangan nya "banyak orang melihat, lepaskan aku" Hanen mencoba melepas tangannya dan Reynold menarik tangan nya ke tembok samping rumah sakit yang sepi "aku tidak tau jika mobil ku sedang di modifikasi diganti dengan kaca tembus pandang, aku laki laki normal melihat kau hanya memakai dalaman saja, hasrat ku jadi bangkit" Reynold mencoba menerangkan keadaan sebenarnya pada Hanen "alasan kau sungguh mulus tuan Reynold, jika kau bisa menahan mata mu ini, tidak akan terjadi hal yang menjijikkan seperti tadi" Hanen membentak Reynold dengan suara keras " terserah itulah yang terjadi" Reynold menahan amarah nya,karena Hanen tak percaya padanya "jangan sekali-kali kau pegang badanku lagi dengan tangan hina mu itu" Hanen hendak pergi meninggalkan Reynold dan Reynold mendorong badan Hanen sampai terhempas ke tembok "kalau kau jijik dengan ku,kau tidak akan menciumi ku saat aku tertidur,kau sungguh munafik Hanen, setidaknya bibir ku sudah merasakan bibir munafik mu ini,dan mulai sekarang aku akan kembali kepada diri ku yang lama,aku akan membawa wanita wanita ku ke dalam rumahku,dan kau tidak berhak ikut campur dan kau harusnya sadar kau menumpang di rumahku"! Reynold berbicara dengan sangat marah "aku akan tinggal dirumah ku dan membawa Winnie,kau mau jadi apapun bukan urusan ku" Hanen mendorong Reynold dan pergi dengan rasa sesak di d**a nya Reynold pergi dengan mobilnya dan segera pergi ke club malam untuk menghilangkan sakit hatinya "sudah lama tak kemari tuan" sapa seorang waiters wanita yang sangat sexi dengan bando kelinci,dia waiters termahal karena kecantikan dan keindahan tubuhnya "sini" Reynold menarik tubuh waiters itu dan dia terduduk di samping Reynold dan meletakkan kaki nya di paha Reynold "kau perlu kehangatan tuan" waiters yang bernama Camelia itu memainkan jari jari nya di d**a Reynold. "untuk malam ini aku akan melepaskan mu,dan besok kau harus melayani ku hingga pagi" Reynold berbisik sangat dekat sambil menghirup aroma parfum yang sangat menggoda di rumah Reynold, Winnie sangat gelisah sekali, hingga Jesi cemas dengan Winnie "Yogi, Yogi" Jesi teriak di depan pintu kerja Yogi "ada apa Jesi" Yogi melihat Winnie sangat gelisah dan tidak mau minum susu "mommy dan Daddy nya tidak ada dirumah, makanya dia sangat gelisah, telfon Reynold" Jesi menenangkan Winnie yang menangis keras "kau dimana, Winnie mengamuk,pulang sekarang" Yogi memutuskan sambungan telfon nya setelah berbicara dengan Reynold Hanen sangat gelisah dirumah sakit dia terus-menerus memikirkan Winnie,dia sangat merindukan nya "Hanen, Winnie mengamuk bagaimana ini" Yogi menelfon Hanen dan menyalakan speaker nya "hai putri mommy, tenanglah sayang mommy akan pulang dan membawa mu dari rumah itu, sabarlah" Hanen memutuskan sambungan telfon nya dan itu membuat Yogi dan Jessi bingung "apa mereka berperang lagi" Jesi bertanya pada Yogi,dan mereka tidak sadar jika Winnie sudah tenang sekarang Hanen mohon izin pulang kepada Soni kepala rumah sakit dan Soni mengizinkan nya karena dia melihat tadi Hanen tertimpa runtuhan bangunan,bahunya bengkak dan memar. Hanen mengambil mainan seorang anak kecil yang tak berhenti menangis "istirahatlah selama 3 hari Dokter Hanen,jangan memaksa kan keadaan tubuh mu yang sangat lemah, dan tolong ambil obat yang kau butuhkan" Soni memberikan surat izin cuti sakit "terimakasih banyak pak Soni,dan jika kalian butuh tenaga Dokter segera telfon aku" Hanen mengambil surat cuti nya dan keluar dari ruangan Soni Hanen diantar pulang oleh supir rumah sakit langsung ke rumah Reynold,tapi dia tidak mengerti cara masuk kerumah Reynold dan dia menelfon Yogi. "titittiitititit" klakson panjang Reynold membatalkan niat Hanen untuk menelfon Yogi,anak buah Reynold membuka pintu dan Reynold langsung masuk tanpa mengajak Hanen. "silahkan masuk nona" bodyguard Reynold masih membuka gerbang yang sangat besar dan Hanen masuk kedalam "sayang Daddy pulang,apa kau merindukanku" Reynold mengambil Winnie dari Yogi, tapi ditolak Yogi "kau bau rokok, Winnie bisa batuk jika mencium bau badan mu" Yogi memberikan Winnie pada Hanen dan dia meninggalkan mereka berdua saat Hanen menggendong Winnie bahu kanan nya sangat sakit dan Winnie hampir terjatuh dan dengan cepat Reynold menangkap Winnie, Hanen menangis dan memegang bahunya yang belum sempat di obati nya "kau bisa membahayakan Winnie,jika tidak mau menggendong nya bilang terus terang jangan seperti ini,jika kau dendam kepada ku jangan melampiaskan nya pada Winnie" Reynold sangat emosi dan menendang guci hingga pecah "owek, owek, owek" Winnie menangis ketakutan dan Hanen berdiri dan menantang mata Reynold yang sangat merah karena emosi nya, Jessi langsung cepat mengambil Winnie dan membawa nya ke dalam kamar "Kau hanya bisa melukai orang lain,kau memang tak pantas disebut manusia,kau itu seperti iblis,aku sangat benci kepadanya mu, seharusnya kau tanyakan dulu apa yang telah terjadi kepada ku" Hanen menunjuk wajah Reynold dengan tangan kirinya "keluar kau dari rumah ku dan jangan pernah kau tunjukkan wajah munafik kau itu,dan aku tidak perduli apa yang terjadi kepada mu" Reynold meludah di samping Hanen "Jesi bawa Winnie kesini" teriakan Hanen sangat lantang dan Reynold heran dengan Hanen yang tidak takut sama sekali padanya, Jesi pun menuruti kata kata Hanen dan dia juga membawa barang barangnya untuk ikut Hanen "mari ku antar kalian Hanen, ini sudah malam" Yogi membawa barang barang Jessi dan Winnie Winnie melihat wajah Reynold dan memalingkan wajahnya kepada Hanen yang sedih dan dia seakan mengerti bahwa tidak boleh menangis Yogi membawa Hanen ke rumahnya dulu, walaupun Hanen menolak nya tapi demi Winnie dia mengalah, sesampainya dirumah Hanen langsung menjatuhkan dirinya di kursi dan menangis menahan sakitnya "ada apa Hanen" Yogi mendekati Hanen dan melihat wajah Hanen pucat "sakit Yogi" Hanen meringis kesakitan dan memegang bahu nya, Yogi yang tak mengerti langsung menelfon sahabat nya seorang dokter "Winnie sudah tidur,kau kenapa Hanen" Jesi mendekati Hanen dan melihat bahu yang dipegang Hanen "ada apa dengan mu Hanen" Yogi berteriak tak percaya dengan bahu Hanen yang sangat lebam dan membengkak Jesi langsung mengambil batu es agar sakit Hanen mulai hilang walau sebentar saja, Yogi menceritakan pada sahabat nya keadaan Hanen dan menyuruh nya segera datang "aku benci pria iblis itu, dia tidak pantas di sebut manusia,aku akan mengingat ini semua dan menjadikan nya sebuah dendam" Hanen mengepal erat tangan nya menahan semua sakit hatinya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN