Ingatlah kekejaman ku

2306 Kata
tak lama setelah itu Jeriko,Aston dan anak buahnya naik ke dalam helikopter untuk mengantarkan bahan makanan dan obat-obatan,2 jam penerbangan belum ada yang mencurigakan, setelah 25 menit kemudian Jeriko mendarat di tengah lapangan luas "kalian sudah paham kan, aku mau mengantar ini ke boss ku dulu,kalian tunggu disini" Jeriko memberikan perintah pada Aston yang hampir mengamuk "baik tuan" jawab Aston pelan, Jeriko masuk sambil membawa senjata dan obat obat terlarang dengan kondisi barang yang sudah rapi seketika berantakan begitu saja tak lama kemudian, helikopter yang dinaiki Reynold mendarat di samping helikopter yang dibawa Jeriko "dia masuk ke dalam tuan" ucap Aston yang mendekati helikopter yang di naiki oleh Reynold "markas siapa ini, beraninya mereka bermain main dengan Reynold Anggara, mereka lupa aku bisa membunuh dengan sangat kejam" Reynold mengisap rokoknya dan turun dari Helikopter nya, dan dia memerintahkan kepada anak buah yang dibawanya untuk menyergap ke dalam "aku baru tau tempat seperti ini di sini, ini sungguh mengherankan" Yogi hanya melihat lapangan luas dengan dikelilingi lautan yang bisa dibilang itu semacam pulau pribadi, tak berapa lama anak buah Reynold mengirimkan pesan dan Yogi menghidupkan laptopnya dan melihat kamera kecil nya sudah masuk dengan jelas ke villa sangat mewah disana "tapi kenapa ini kosong" Yogi pun meminta anak buah Reynold untuk mengitari tempat itu dan benar saja ada sebuah gubuk di sana yang sangat banyak bom rakitan,senjata api dan tentu saja barang barang terlarang "ini adalah gudang" kata Reynold melihat laptop Yogi "ini Jeriko" tunjuk Yogi selama pengintaian terjadi, Jeriko belum sadar dengan keberadaan Reynold,dengan senang hati dia keluar menuju helikopter dan dia sangat terkejut melihat Reynold sudah duduk santai di dalam helikopter Jeriko hendak berlari tapi sial di belakangnya sudah ada anak buah Reynold yang mengepung nya "jangan buang waktu ku" Reynold memberi perintah pada Aston dan Aston sudah mengerti maksud Reynold,dia menarik rambut Jeriko sampai kehadapan Reynold "mulai kapan kau gunakan helikopter bersih ku ini untuk melakukan perbuatan dosa" Reynold menendang pipi Jeriko "2 kali dengan ini Tuan" Jeriko sangat ketakutan sekali, dia sedang berhadapan langsung dengan Bos Mafia terkejam "pilot Frank" Tanya Reynold "aku membunuhnya tuan" jawab Jeriko jujur supaya Reynold mau mengampuni nya "apa kau tau jika anak Frank butuh seorang papa karena dia mengalami cacat, sekarang bagaimana anak itu tanpa papa lagi" Reynold menendangi perut Jeriko sampai memuntahkan darah "ikat dia seperti dia mengikat pilot Frank,dan bawa 2 orang yang di suapnya untuk menyembunyikan kejahatan nya ini" teriak Reynold,dan dengan cepat Aston menurunkan Tedi dan Sarlos yang masih disimpan di dalam helikopter nya "ampuni aku tuan,beri aku kesempatan, istri ku sedang hamil Tuan" Tedi berlutut di kaki Reynold dan Sarlos juga meminta ampunan karena orangtuanya hanya punya dia Reynold memang keras tapi jika menyangkut nyawa oramgtua dan anak kecil dia akan mengalah, seketika dia ingat Winnie "masukan pilot gadungan ini ke dalam helikopter" Reynold sudah mengatur cara kematian yang paling kejam bagi Jeriko "ini bom nya boss" Aston sudah mengeluarkan bom yang dibawa Reynold "pindahkan helikopter ini jauh dari sini,dan kalian semua naik ke dalam,biar aku selesaikan ini semua" Reynold pun mendekati Jeriko yang sudah mengiba, Reynold mengatur waktu ledak bomnya selama 15 menit dan dia pun naik ke dalam helikopter nya helikopter pun naik dan pilot berhenti tepat di atas helikopter yang akan meledak sebentar lagi "duar duar duar" suara bom bersahutan dengan suara ledakan helikopter "ingat ini semua,dan kalian berdua harus berangkat ke desa yang terkena dampak DBD,dan kalian yang harus tanggungjawab dengan semua makanan disana,ini kesempatan ke 2 demi anak dan orang tua kalian" Reynold mengakhiri nya dengan tamparan keras di pipi mereka berdua semua di dalam helikopter semakin yakin tidak akan berkhianat, karena Reynold sangat royal kepada mereka semua dan helikopter meninggalkan pulau rahasia itu "Aston urus semua kembali, makanan, obat-obatan, sayur dan juga pakaian buat anak anak di desa" Reynold akan mengirimkan ulang semua yang dibutuhkan di desa "baik tuan" jawab Aston dengan tegas Yogi selalu kagum dengan cara Reynold memberikan pelajaran bagi pengkhianat setelah semua beres Reynold dan Yogi kembali ke rumah untuk memeriksa keamanan rumah nya "Jesi apa bayi kecil ku menangis" Reynold menelfon Jessi untuk menanyakan Winnie "owek owek owek" tangisan Winnie membuat Reynold gelisah "putrimu baru tidur Rey, tapi dia malah buang air kecil dan sekarang mengamuk" Jessi tertawa melihat Winnie "hey, putri kecilku jangan menangis Daddy akan pulang" Reynold memenangkan Winnie dan Winnie kembali tertidur setelah popok nya diganti. "Hanen akan lembur malam ini,dia baru saja mengabari ku,jadi kau cepatlah pulang karena putrimu ini akan kesepian" Jesi sudah diberitahukan oleh Hanen jika dia ada operasi kecil nanti malam "kenapa dia tak menghubungi ku" Reynold bertanya pada Jesi "itu bukan urusan ku Rey" Jesi tertawa dan memutuskan sambungan telfonnya "kenapa Hanen menjauhiku Yogi" Reynold bertanya pada Yogi yang sedan sibuk "tonton ini dan dengar baik baik" Yogi memutar laptopnya dan menunjukkan saat Hanen mendengar Reynold sudah mendapatkan bibirnya "bodohnya aku" Reynold mengambil kunci mobilnya dan menuju rumah sakit tempat Hanen bekerja Hanen sebenarnya tidak lembur dia hanya menghindari Reynold,dia sudah sakit hati sekali dengan kata kata Reynold "kenapa aku cepat luluh kepadanya,dia tidak punya hati yang ada di kepala nya hanya urusan ranjang" Hanen masih terdiam di ruangannya sambil menatap keluar dan melihat Reynold datang Hanen mengunci pintu ruangannya dan mematikan lampu, seolah-olah ruangannya sudah kosong dan tak ada orang Reynold langsung berlari kedalam dan menanyakan di mana ruangan Hanen, perawat yang sudah tau bahwa Reynold penyumbang terbesar di rumah sakitnya dengan senang hati mengantar nya "ini ruangannya pak, sepertinya Dr Hanen sudah pulang, ruangannya gelap sekali dan sudah terkunci" perawat itu mencoba membuka pintu dan memang terkunci "baiklah, terimakasih aku akan tunggu di rumah saja" Reynold pamit dan meninggalkan ruangan Hanen sambil berjalan Reynold tersenyum tipis,karena saat dimobil dia sudah lihat Hanen dari dalam mobilnya sedang melamun dan tiba tiba mematikan lampu ruangannya. "kenapa Reynold kesini,aku mau menghindari nya dia malah datang" Hanen yang tak mendengar suara lagi berdiri da mengintipnya dengan membuka pintunya sedikit "Hanen Hanen" kata Reynold yang melihat Hanen mengintip nya, langsung menutup mulut Hanen dan membawanya masuk ke dalam ruangan Hanen tidak tau siapa yang menutup mulutnya,dia menyesali perbuatannya yang mematikan lampu, dengan sekuat tenaga Hanen memberontak "kalau kau berteriak aku akan memberikan adik buat Winnie" suara berat Reynold tepat ditelinga Hanen, hingga akhirnya Hanen diam dan tak melawan lagi "kau sungguh candu bagiku" Reynold masih mencium aroma rambut dan tubuh Hanen yang lembut Hanen mendorong Reynold dan menghidupkan lampu ruangan nya,dan melihat Reynold dengan jelas sekarang "aku rindu kau" Reynold hendak mencium Hanen tapi Hanen mendorong nya dan dia merapikan semua isi tasnya dan hendak keluar tapi Reynold menarik tangannya "lepas,aku bukan barang murahan seperti yang kau bilang tadi pagi" Hanen menghempaskan tangan Reynold dan keluar dari ruangannya, meninggalkan Reynold "memang kau sangat susah dimengerti,dan bodohnya aku tidak bisa menjaga kepercayaan mu" Reynold pun keluar dari ruangan Hanen dengan wajah kusutnya Hanen berjalan tak tau tujuan,dia sangat kesal dengan Reynold, sampai dia terduduk di halte busway "kau menganggap semua wanita sama murahan nya dengan para jalang mu, aku yang sangat bodoh maunya dicium oleh b******n seperti kau Reynold" Hanen meratapi kebodohan nya yang langsung percaya kepada Reynold "masuk ke dalam mobil sekarang" Reynold mendengar semua ucapan Hanen Hanen berdiri dan berjalan meninggalkan Reynold "Winnie menanti mu,tolong pikirkan malaikat kecil itu" Reynold berhasil membuat Hanen berhenti dan Reynold menarik tangan Hanen masuk ke dalam mobil "kenapa aku bisa lupa pada malaikat kecil ku" Hanen berbicara pelan,dan Reynold tak mau memaksa Hanen untuk memaafkannya sesampainya dirumah Yogi, Hanen langsung mencari Winnie,dan dia sedang tertidur dengan lelapnya "sayang, mommy pulang,maaf mommy ada lembur di rumah sakit" Hanen mengelus pipi cantik Winnie, kemudian mencium nya, Hanen memutuskan untuk mandi dulu baru dekat dengan Winnie "sayang, Daddy sudah bawa mommy pulang,kita akan tidur bertiga malam ini" Reynold memperhatikan tidur Winnie yang unik,rasa lelahnya hilang semua setelah melihat Hanen Reynold menunggu Hanen di tempat tidur untuk meminta maaf padanya,tak lama Hanen mandi,dia langsung keluar begitu saja dengan menggunakan handuk yang sangat kecil "Hanen,kau menggodaku" Reynold terbelalak melihat Hanen yang santai saja di hadapannya untuk mengambil pakaian nya "siapa suruh kau di sini,aku mau mengganti pakaian,keluar kau dari sini" Hanen menatap kesal Reynold yang memandang nya dengan nafsu "silahkan, terserah mu" Reynold tidak beranjak sama sekali dari tempat duduknya "ya sudah" Hanen hendak membuka handuknya "jangan, jangan aku keluar" Reynold hampir terjatuh karena tidak mau melihat Hanen nekat "kau yang memulainya,maka lihat saja,aku akan membuat kau seperti orang bodoh mengejar ku" Hanen pun mengunci pintu kamarnya agar si m***m tidak masuk Reynold berteriak memanggil Yogi,dan memintanya untuk mencari wanita panggilan untuk menuntaskan rasa panas nya "tolong pesankan aku wanita terbaik,ingat yang sangat mahal dan tentu saja bukan wanita sembarangan" Reynold memerintahkan Yogi "itu gampang tuan muda, tapi kau ingat jangan dirumah ini,dan jangan kotori rumah ku,aku tak sudi" Jawab Yogi Dengan tersenyum tipis "pesan ke rumah ku saja" Reynold sudah uring-uringan tidak jelas "kau ingat janji mu pada Hanen" Yogi masih menahan Reynold dari amukan Hanen "astaga,aku bisa gila" Reynold baru ingat janjinya tidak akan pernah main di rumah nya lagi "kalau begitu hotel terbaik di kota ini" Reynold menyudahi perdebatan nya dengan Yogi "ok Reynold, pergilah" Yogi mengambil hp nya dan menelfon jasa penyedia wanita Reynold sudah sampai di hotel dengan kasar dia membuka pintu kamar hotel dan membuka bajunya untuk mandi dulu,tak berapa lama pelayan mengantarkan Wine untuk Reynold "lama sekali wanita itu" Reynold masih setia menunggu hingga terdengar pintu terbuka dan wanita penghibur nya sudah datang dengan penampilan yang sangat menggoda "apa aku lama tuan" wanita itu duduk dipangkuan Reynold dan mulai menghirup aroma wajah tampan Reynold "kau sudah liar,tak salah aku membayar mu" Reynold mengangkat wanita itu dan menidurkan nya di ranjang yang sangat empuk itu tangannya meraih obat penghalang kehamilan,dan wanita itu meminumnya dihadapan Reynold "kau akan ku buat mendesah sepanjang malam ini liar ku" Reynold mulai aksinya dan itu membuat wanita panggilan nya sangatlah terkejut sekali dengan keperkasaan Reynold "nikmatilah aku tuan" wanita itu berbisik manja dan itu membuatnya sangat gila, sementara di rumah Yogi "Hanen,kau makan dulu,biar Mije yang menggendong Winnie" Jesi datang dari kamarnya dan melihat Hanen hendak makan tapi tangannya menggendong Winnie "Mije ku, terimakasih" Hanen memberikan Winnie pada Hanen,dan Hanen menikmati makanannya Yogi melihat' Jesi sedang bermain dengan Winnie yang tidur diatas bouncer yang baru di belinya tadi "Winnie,apa kau senang berada didalam bouncer ini,kau sangat cantik Winnie,aku akan mengambil photo mu" Yogi mengambil photo Winnie dan akan membuatnya menjadikan album photo "makanlah Yogi, Hanen juga lagi makan" Jesi tau Yogi pasti belum makan juga "baiklah Jesi" Yogi berdiri dan mencolek pipinya Winnie Hanen makan dengan wajah cemberut nya,dia sangat benci dengan ucapan Reynold tadi pagi. "bagaimana rencana kita berhasil" tanya Yogi pada Hanen dan ikut bergabung makan dengannya "makanlah aku akan menceritakan nya pada mu semua,dan jangan sampai Mije mendengar nya" kata Hanen yang baru selesai makan,dan Yogi pun setuju karena repot makan sambil bicara "aku sudah selesai Hanen" Yogi mengambil remote dan menghidupkan peredam suaranya di ruang tamu "dia menjauhi ku Yogi, terimakasih atas ide gila kau itu" Hanen tertawa dengan semangnya flashback on saat Hanen meninggalkan rumah hendak ke rumah sakit, Yogi mengejarnya dan meminta maaf karena Yogi tak bermaksud membicarakan nya dengan Reynold, Hanen tau bukan Yogi yang memulainya "aku benci dia,dia sudah mempermalukan ku" Hanen benar benar marah sekarang "balas dia,aku akan membantumu Hanen" Yogi tak tega Hanen diperlakukan buruk oleh Reynold "kau serius" mata Hanen membulat sempurna "caranya gampang tapi gila,apa kau sanggup" tanya Yogi "why not" jawab Hanen semangat "kau tau,jika dia mencintai 1 wanita dengan tulus dia tidak akan pernah menyentuh nya,paling hanya ciuman bibir atau apalah,tapi dia tidak akan pernah berhubungan badan sampai dia menikahi wanita nya itu" Yogi menerangkan pada Hanen "jadi aku harus apa" Hanen tak mengerti maksud Yogi "kau selalu dikerjai oleh dia,kau bisa membalasnya, bersikap agresif lah kau, jika ingin lepas darinya,apa kau bisa,dan aku yakin dia tidak akan mendekati mu lagi" Yogi memberi ide gila pada Hanen "tidak mau" jawab Hanen singkat padat dan jelas "ya sudah nikmati lah kejahilan nya yang lebih gila lagi" Yogi mengangkat kedua bahu nya "jika itu caranya,aku akan turuti, tapi jika dia tergoda, awas kau Yogi" tatapan mata Hanen setajam pisau "percaya padaku" Yogi meninggalkan Hanen dan masuk kembali kedalam rumah flashback off "tapi jangan terlalu sering aku takut dia tak bisa menahannya padamu,seperti tadi dia memintaku memanggil wanita penghibur buatnya,dan dia melakukan nya di hotel" Yogi menceritakan nya pada Hanen "dia kan laki laki yang hanya memikirkan hawa nafsu, makannya dia tidak tahan, Hanen tertawa lagi bersama Yogi tak lama Jesi datang bergabung bersama Yogi dan Hanen "putri kecil mommy, besok kamu akan disuntik ya sayang biar sehat selalu" Hanen menggendong Winnie yang sedang bangun "hey, lihat om tampan ini,kamu sangat lucu" Yogi selalu mencolek pipi gembul Winnie mereka berbincang bincang penuh dengan tawa hingga Hanen mengantuk tapi Winnie masih bangun "kenapa sayang, mommy mengantuk mari kita tidur" Hanen menggendong Winnie di dadanya agar tidur Jesi dan Yogi menemani Hanen untuk menidurkan Winnie, tapi tetap saja tidak bisa "kalian semua sedang apa disini" suara Reynold terdengar sangat besar dan Winnie menangis karena takut dengan suara besar "kecilkan suaramu, kau pikir ini hutang akan atau rumahmu" Hanen menatap tajam Reynold dan Winnie menangis sangat keras "sini berikan padaku" Reynold meminta nya pada Hanen,dan Hanen memberikan nya,dia mau memberikan Winnie karena melihat rambut basah Reynold saat pulang dan pasti dia sudah mandi "tidurkan dia" Hanen masuk kedalam kamar nya, Yogi dan Jessi hanya tersenyum dengan Reynold yang tidak berani pada Hanen
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN