26 Arya mengikuti langkah Dahayu memasuki ruangan bernuansa putih dan abu-abu. Dia duduk di sofa panjang sambil menggulung lengan baju dengan gerakan lambat. Arya sengaja melakukan itu untuk mengulur waktu. Sebab dia yakin kedatangan Dahayu mengindikasikan bila dirinya dalam masalah. "Mas kenapa membohongiku?" tanya Dahayu tanpa mengucapkan basa-basi. "Maksudnya?" Arya balas bertanya. "Jangan berkelit! Aku sudah tahu kalau lomba besok tetap dilaksanakan." Arya mendengkus pelan. Dia memandangi perempuan tersebut sambil menahan deg-degan dalam hati. "Maaf, Yu. Aku cuma nggak mau ngerepotin kamu. Apalagi ... kita memang nggak bisa seakrab dulu," jelasnya. "Kenapa?" "Aku nggak enak hati sama Imran. Kamu sudah memutuskan untuk serius sama dia. Jangan sampai kedekatan kita membuat

