25 Pada pemakaman umum salah satu area Surabaya, seorang pria berkemeja koko putih tengah menatap nisan di hadapannya. Lelaki berkumis tipis itu bermonolog dalam hati, untuk menceritakan kelakuan ketiga anaknya pada Erni. Kendatipun hanya bisa memandangi nisannya, Arya sudah cukup tenang, karena seolah-olah tengah berhadapan dengan almarhumah. Sekali-sekali Arya membersihkan dedaunan yang luruh dari pohon besar di sekitar makam. Kala kaki sudah tidak sanggup menahan beban tubuh, Arya memutuskan untuk menyudahi percakapan satu arah. Dia mengusap nisan beberapa kali sambil mengucapkan kata-kata perpisahan buat sang istri. Arya berdiri dan memutar pergelangan kaki, untuk mengusir semut-semut tak kasatmata yang tengah berkerumun di sana. Selanjutnya, dia mengayunkan tungkai menjauhi area

