23 Sementara itu di tempat yang hendak dituju Imran, Dahayu berbaring miring ke kiri di kasur. Dia meremas-remas perut yang sakit akibat tamu bulanan yang muncul beberapa hari lebih awal. Dahayu mengingatkan dirinya untuk memeriksakan kesehatan ke dokter esok pagi. Sebab dia penasaran dengan rasa sakit yang kian hebat bila tamu bulanannya berkunjung. Puluhan menit berikutnya, Dahayu tersentak ketika bel pintu unit berbunyi. Dia bangkit duduk sambil bertanya-tanya dalam hati tentang siapa tamu yang bisa langsung naik. Padahal biasanya para pengunjung diminta menunggu di lobi dan akan diperbolehkan menaiki lift setelah diizinkan penghuni. Dahayu berdiri. Dia menyambar jilbab instan dari meja rias dan mengenakannya dengan cepat. Dahayu jalan keluar sembari mengusap wajahnya dengan ked

