53 Hari berganti menjadi minggu. Pagi menjelang siang itu, Dahayu baru tiba di butik utama, ketika pramuniaga menerangkan bila ada tamu di ruang tunggu lantai dua. Terdorong rasa penasaran, Dahayu bergegas menaiki tangga. Dia tertegun sesaat kala sampai di undakan teratas, dan melihat seorang pria berkemeja hitam yang sedang memandangi ponselnya. Dahayu sempat berhenti sejenak, sebelum meneruskan langkah menyambangi sang tamu. Pria tersebut menengadah, lalu berdiri sambil mengulurkan tangan kanannya. "Apa kabar, Yu?" tanya Imran seusai berjabatan. "Baik," jawab Dahayu sembari menarik tangannya. "Silakan duduk," lanjutnya sambil mendudukkan diri di kursi tunggal sebelah kiri sofa yang ditempati tamunya. "Aku ganggu, nggak?" "Enggak." Dahayu mengamati pria yang terlihat lebih ku

