40 "Mungkin saja begitu. Karena kata kepala ruangan bayi, perempuan itu sudah beberapa kali datang dan menitipkan kado buat Zio." Zayan memandangi putra angkatnya yang diadopsi sejak masih bayi. "Aku sudah minta pihak rumah sakit buat ngasih alamat rumah ke perempuan itu. Tapi sampai sekarang dia belum pernah datang," lanjut Zayan. "Kalau benar dia ibunya Zio, apa kamu akan mengizinkannya menemui Zio?" tanya Arya. "Ya. Aku dan Ivana sudah sepakat, tidak akan menutupi rahasia ini. Jika perempuan itu datang, kami akan menerangkan semuanya pada Zio," ungkap Zayan. "Enggak apa-apakah? Aku khawatir itu akan jadi guncangan buat jiwa Zio. Karena yang dia tahu, kamu dan Ivana adalah orang tua kandungnya." "Itu risiko yang harus kami hadapi, Ar. InsyaAllah, Zio akan kuat mengetahui kebena

