41 "Maksud Mas, apa?" tanya Dahayu. "Aku lihat postinganmu di IG tadi," jelas Imran. "Kami nggak janjian. Ide ini Mas Zayan yang ngusulin tiba-tiba, waktu kami ketemu di supermarket tempo hari." "Oh, ternyata ada mantan juga. Pantas kamu betah banget di sana." "Mas ngomong apa, sih? Ngawur banget!" "Ngaku aja, deh, Yu. Kamu memang masih suka sama mantan. Tapi kamu juga ngasih harapan ke aku dan Arya." Dahayu menggertakkan gigi. "Aku lagi malas berdebat. Jadi, mending ditutup aja teleponnya." "Lebih bagus lagi, kita akhiri semuanya. Karena aku nggak mau jadi ban serep!" "Oke!" Dahayu menutup sambungan telepon. Dia mengerjap-ngerjapkan mata yang mulai mengabut, sambil berpikir bila dirinya harus segera menjauh. Dahayu bergegas jalan menuju kamarnya dan mengunci pintu. Dia

