part 8

1477 Kata

"YA AMPUN!!!!!!" Tian yang berada di belakang langsung melewati Rafael dengan cepat, memeriksa keadaan sang adik kala mendengar pekikan dari mulut Rafael. Tak lama Tian memutar bola mata malas setelah mendengar ujaran sang kakak. "MENGAPA SEMUANYA HITAM!!" Rafael sudah memekik seperti orang kampung. "Aishh, Kak!! Kakak mengagetkanku! Huh, lebay! Seperti tak pernah melihat ruangan ini saja!" cibir Tian sambil mengusak surai Yogi yang sudah terlelap. "Memang tak pernah!" jawab Rafael santai lalu mulai melangkah ke kasur kecil Yogi, lalu meletakkan tas nya di sana. "Cih, kakak macam apa kau! Kamar adik sendiri tak pernah di injak." "Memang kau sering ke sini?" Skakmat! Saat Tian hendak menyela, Rafael langsung memotong, "Jangan katakan ini yang kedua, kalau ia berarti kita sama. Dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN